Jumat masa Biasa XXXIV

25 November 2011
Dan 7: 2-14  +  Mzm  +  Luk  21: 29-33
 
 
 
 
Lectio :
Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
 
 
 
Meditatio :
Kekacauan dan ketidaknyamanan akan semakin terjadi di Yerusalem. 'Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'.
Peringatan inilah yang disampaikan Yesus kemarin kepada para muridNya, kepada kita semua. Apakah semuanya itu akan terjadi secara mendadak dan tiba-tiba? Tidak! Semuanya akan berjalan dalam proses. Kapan itu terjadi? Tidak ada orang yang mengetahuinya. Karya penyelamatan Allah itu berjalan dalam sejarah manusia. Allah menghormati perjalanan waktu yang dilalui oleh ciptaanNya. Allah tidak meniadakan aliran waktu demi waktu. Yesus dengan setia berjalan dalam peredaran waktu.
Sekali lagi semuanya terjadi tidaklah secara mendadak. 'Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat'. Penegasan Yesus sungguh mengingatkan bahwa segala-galanya akan terjadi dan tidaklah mendadak. Semua orang dapat mengamat-amati dan dapat mengantisipasinya. Inilah membaca tanda-tanda jaman!
Segala-galanya mungkin terjadi, termasuk hancurnya Yerusalem, kota suci milik Allah; bahkan tak dapat disangkal kehancuran dunia tempat Allah menghadirkan diri, bisa terjadi. Karena itu, Yesus mengingatkan: 'langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu'. Semuanya itu bukanlah kehendak Allah, tetapi tidak menutup kemungkinan semuanya itu bisa terjadi.
Peristiwa akan datangNya sang Anak Manusia, sebagaimana kita renungkan beberapa hari ini dalam Injil, dengan segala peristiwa yang akan mendahuluinya, di mana 'semuanya itu akan terjadi', telah diceritakan juga secara apokaliptik dalam bacaan pertama tadi pada kitab Daniel. Daniel menceritakan: 'aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti Anak Manusia; datanglah Ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan Dia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadaNya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai Raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadaNya. KekuasaanNya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaanNya ialah kerajaan yang tidak akan musnah'.
          Apa yang dapat kita buat?
          Tidak ada yang lain, kita berpaut pada sabda dan kehendak Tuhan Allah sang Empunya kehidupan yang memang tidak termakan oleh waktu. 'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu', maka baiklah kalau kita bersandar pada sabda dan kehendakNya, agar kita beroleh kehidupan kekal dengan sang Sabda itu sendiri.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, ajarilah kami semakin memantabkan diri untuk berpegang erat pada sabda dan kehendakMu, karena memang hanya padaMulah ada kehidupan kekal; segalanya akan berlalu, dan hanya sabdaMu yang kekal abadi.  Yesus, penuhilah kami dengan sabda dan kehendakMu, agar kami menjadi pelaksana-pelaksana sabdaMu, dan bukan hanya pendengar yang menipu diri. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening