Kamis masa Biasa XXXIV

24 November 2011
Dan 6: 12-28  +  Mzm  +  Luk  21: 21-28
 
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata: "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.
Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."
"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
 
 
Meditatio :
Kekacauan dan ketidaknyamanan akan semakin terjadi di Yerusalem. Apakah hanya di Yerusalem? Tidak juga kiranya. Yerusalem merepresentasi kota-kota yang memang disayangi oleh Tuhan Allah. Minimal Yerusalem mengingatkan bangsa-bangsa yang memang sudah mengenal Allah tetapi tidak menaruh perhatian kepadaNya.  Injil hari ini kembali mengingatkan akan keruntuhan dan kehancuran Yerusalem.
Keterpilihan mereka malahan akan dilawankan dengan orang-orang yag tidak mengenal Allah. Sebab memang 'Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu'. Segala ciptaan yang indah berubah dan berubah, 'sebab kuasa-kuasa langit akan goncang'. Segala yang baik dan indah telah berubah makna, karena memang ketidakmauan sang ciptaan termulia menikmatinya dengan penuh syukur, malahan secara sengaja mempergunakannya dengan tidak semestinya. Eksploitasi yang garang, banyak orang menyebutnya.
'Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat', tegas Yesus. Kiranya orang-orang yang terbiasa dan membiasakan diri berani mengangkat muka dan memandang Dialah, yang akan siap dan sanggup menanggapi hari dan saat penyelamatan itu. Kita tidak mengabaikan rahmat Allah bekerja dalam diri setiap orang untuk mendapatkannya ala santo Paulus Rasul dan seorang penjahat yang menginginkan tinggal bersama Yesus ketika disalib bersamaNya, tetapi amat baiklah kalau kita mengkondisikan diri untuk terbiasa menatap Dia yang memang selalu hadir di tengah-tengah kita umatNya. Bukankah Yesus juga selalu mengajak kita untuk  'berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa (Luk 21: 36), supaya kita beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'.
Bacaan pertama memberikan gambaran kepada kita betapa bahagia dan nyamannya orang-orang yang mengandalkan kekuatan dari Tuhan Allah. Hanya pada Tuhanlah kita semua beroleh selamat. Tiada kuasa ciptaanNya yang mampu mengalahkan orang-orang yang cintaiNya. 'Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa'. Perintah raja ini meneguhkan iman Daniel dan mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, memandangMu dan merasakan kehadiranMu memang adalah kerinduan hati kamu, tetapi tidak jarang kami mudah berpaling kepada yang lain, yang sering kali menarik perhatian kami, kami tergiur lambaiannya. Teguhkanlah hati dan budi kami, ya Yesus, kami terbiasa memandang Engkau dalam setiap peristiwa hidup kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening