Kamis Pekan Biasa XXXI

3 November 2011
Rom 14: 7-12  +  Mzm 27  +  Luk 15: 1-10
 
 
 
 
Lectio :
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
"Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
 
 
Meditatio :
'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'.
Begitulah gerutu dan sungut-sungut orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, ketika mereka melihat para pemungut cukai dan orang-orang berdosa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Mereka menjadi gelisah dan tidak bisa mengerti dengan Orang Nazaret ini, seorang Guru, yang banyak disegani orang; bagaimana orang yang suci, benar dan baik ini bergaul akrab dengan mereka orang-orang pendosa. Seorang yang menganggap diri baik haruslah bergaul dengan orang-orang yang memang baik dan benar. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tidak bisa menerima sikap Yesus yang demikian.
Yesus menanggapi mereka dengan memberikan dua buah perumpamaan, satu tentang seratus ekor domba dan yang lain tentang sepuluh dirham; ketika mereka menemukan seekor domba atau satu dirhamnya yang hilang, dia akan memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab seekor domba ataupun dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
Maksud pergaulan Yesus dengan menerima kaum pendosa adalah penerimaan diri Allah akan kehadiran umatNya yang bertobat kembali dan datang kepadaNya. Kemauan datang kepada Yesus dan mendengarkan Dia adalah pertobatan yang sungguh luar biasa. 'Aku berkata kepadamu: demikian juga akan ada sukacita di sorga, dan malaikat-malaikat Allah pun bersukacita, karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita orang-orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'. Pertobatan menyenangkan hati Tuhan!
Jadi apakah kita bertobat hanya untuk menyenangkan hati Tuhan? Adakah untungnya kita bertobat, adakah maknanya bagi diri sendiri? Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan kita, yakni hendaknya kita tidak mempersoalkan terlebih dahulu untung atau ruginya suatu pertobatan diri. Sebelum mempersoalan untung dan maknanya pertobatan diri, Paulus malahan mengingatkan: 'bukankah kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah; dan bukankah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah'. Pertangunganjawab diri adalah langkah pertama yang harus kita pikirkan dan kita siapkan, barulah kita bertanya apakah untung dan manfaatnya bertobat.
Pertangungajawab harus dan wajib kita berikan kepada Tuhan Yesus Kristus, karena 'tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan'; dan juga bukankah kita dalam Injil kemarin juga diingatkan bahwa 'kita semua telah diserahkan Bapa kepada Yesus'? (Yoh 6: 37) Bertobat adalah wujud nyata dari pertangungajawab kita kepada Kristus Tuhan sang Empunya hidup kita. 'Sebab Kristus telah mati dan hidup kembali, dan  Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup'.
Dengan demikian untungnya kita kembali kepada Tuhan, bertobat dan mendekatkan diri kepadaNya adalah kita kembali tinggal bersama Kristus, kita mengalami sendiri dan menikmati indah dan luhurnya menjadi  milik Kristus. Orang-orang yang menjadi milikNya 'tidak akan dibuang, tidak akan hilang, malahan akan dibangkitkanNya pada akhir zaman' (Yoh 6: 39). Kebangkitan hidup di akhir jaman adalah buah-buah pertobatan kita.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus,  buatlah kami mudah bertobat dan datang kepadaMu, karena memang hanya dalam Dikau kami beroleh keselamatan, dan hanya Engkaulah kebangkitan dan kehidupan. Yesus, Kristus, perbaharulilah selalu iman kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Akulah kebangkitan dan hidup!
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening