Minggu Adven I

27 November 2011
Yes 64: 3-8  +  1Kor 1: 3-9  +  Mrk 13: 33-37
 
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata: "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"
 
 
Meditatio :
'Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba'.
Permintaan Yesus: agar kita para muridNya selalu berjaga-jaga. Berjaga-jaga akan kedatanganNya; kedatangan Yesus Al Masih untuk kedua kalinya yang akan membawa mahkota kemuliaan. Mengapa kita harus berjaga-jaga?
Pertama, karena Tuhan Yesus mengharapkan kita semua menyambut kedatanganNya yang membawa keselamatan abadi. Yesus menghendaki kita semua beroleh selamat, tinggal bersama Dia di mana Dia berada. Jika kita mendambakan dan ingin menikmati keselamatan abadi, mau tidak mau kita harus menyambut Dia. Pada saat itulah: akhir jaman, Dia akan menganjar setiap orang, sebagaimana perbuatan kasihnya, sebagaimana kita renungkan Minggu lalu. Orang-orang yang setia berjaga dalam kasih akan kedatanganNya akan menikmati tempat tinggal di sebelah kananNya.
Kedua, kita perlu berjaga-jaga, karena Dia sengaja tidak memberitahukan saat atau kapan kedatanganNya. Kita 'tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau Dia tiba-tiba datang janganlah  kita didapatiNya sedang tidur'. Bukankah kita ingin menjadi hamba-hamba yang baik?
Kita hendaknya selalu berjaga-jaga! Berjaga yang bagaimana? Berjaga seperti seorang Satpam? Penjaga rel kereta api? Penjaga toko? Bukan! Kita berjaga seperti seorang Penjaga rumah. Seperti orang yang mendapat kepercayaan dari tuannya untuk menjaga rumahnya. 'Dia hendak bepergian, dan meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga'.
Kepercayaan yang begitu besar diterima oleh seorang penjaga rumah. Dia boleh tinggal di rumah, tempat kediaman sang tuannya; dia tidak harus berkeliling ke mana-mana, yang mungkin kena panas termakan terik matahari atau kedinginan karena berjaga malam, sebagaimana dialami oleh seorang satpam; atau seorang penjaga rel pintu yang hanya duduk dalam ruangan sempit dan tidak bisa banyak bergerak; ataupun seorang penjaga toko yang harus menanggapi aneka gaya pembeli yang tak jarang cukup merepotkan. Tak jarang penjaga rumah menikmati segala fasilitas yang dirasakan oleh tuannya.
Berjaga-jaga akan kedatangan Kristus berarti kita merindukan dan menaruh harapan akan kedatanganNya yang mulia; kita merindukan mahkota keselamatan yang memang akan diberikan pada setiap orang yang percaya dan mengharapkannya.
          Berjaga-jaga akan kedatangan Kristus berarti kita mengharapkan yang lebih indah dan lebih indah lagi dari Kristus. Memang sekarang ini kita telah banyak menerimanya, dan kita terus merindukan kehadiranNya sendiri. Karena itu, dalam bacaan kedua nanti, Paulus menegaskan bahwa Allah telah menganugerahkan kepada kasih karunia demi kasih karuniaNya, yang memang telah 'dianugerahkanNya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan. Kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus'.  Menikmati kasih karunia demi kasih karuniaNya itu tidak ubahnya dengan sang penjaga rumah yang menikmati segala fasilitas yang dirasakan oleh tuannya.
          Berjaga-jaga akan kedatangan Kristus berarti kita mengharapkan yang lebih indah dan lebih indah lagi dari Kristus, sebab Kristuslah sang Empunya kehidupan kekal. Berjaga-jaga akan kedatangan Kristus berarti kita merindukan hidup bahagia dan penuh sukacita bukan hanya di dunia sekarang ini, melainkan juga di dalam bumi dan langit yang baru.
          Hanya orang-orang yang berjaga-jaga akan kedatangan Kristuslah yang merayakan Adven.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, teguhkanlah iman dan harapan kami akan kedatanganMu untuk kedua kalinya yang hendak membawa mahkota kemuliaan. Kami merindukan Engkau,  karena kami ingin tinggal selalu bersama Engkau di manapun Engkau berada.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa'.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening