Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

2 November 2011
2Mak 12: 43-46  +  1Kor 15: 12-34  +  Yoh 6: 37-40
 
 
 
 
Lectio :
Yesus bersabda kepada orang banyak itu: "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
 
 
Meditatio :
'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.
Sabda Yesus ini memberikan kelegaan sungguh bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Keberanian datang kepada Yesus menurunkan berkat dan mukjizat yang luar biasa dan sungguh indah, yakni tinggal bersama Dia sang Empunya kehidupan, dan 'tidak akan dibuang olehNya'. Semua ini memang  kehendak Bapa Tuhan sendiri sang Pencipta semesta alam. 'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku', tegas Yesus, 'yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Sebab memang terasa aneh dan lucu, bahwasannya yang diciptakanNya hilang dengan sia-sia. Apakah Dia menciptakan sesuatu yang luhur dan mulia hanya untuk dirusakkan? Segala yang Kuciptakan adalah milikKu, Akulah Empunya segala milikKu. Kalau tokh insane mereka harus mengalami kematian, karena kodrat manusia yang lemah yang berasal dari debu dan akan kembali kepada debu, mereka akan 'Kubangkitkan pada akhir zaman'.
Sungguh beruntunglah kita yang percaya kepada Kristus. Sebab Dia datang atas kehendak dan kemauan Tuhan Allah, Bapa surgawi. Dia Allah yang tidak kelihatan dan tidak mampu dijamah oleh indera manusia yang lemah, menampakkan diri dalam wujud manusia, agar manusia yang lemah,  pemikiran, gerak dan tindakannya yang hanya banyak dibatasi inderanya, dapat terbantu untuk mengenal dan mendekati  Dia yang mengatasi segala. Karena itu tadi, Yesus menegaskan: 'inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'. Kehadiran Yesus menjadi jaminan bagi setiap orang yang percaya kepada kasih Allah.
Sungguh beruntunglah kita yang percaya kepada Kristus, seperti dikatakan Paulus dalam bacaan kedua tadi, sebab 'jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia'. Setelah hidup di dunia ini kita masih percaya kepada Dia yang adalah sang Empunya kehidupan; kita pun tidak mau tinggal tenggelam dalam dunia orang mati, kita ingin tetap hidup bersama dengan Dia. 'Sebab Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal, demikian juga setiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatanganNya'. Paulus menambahkan: 'sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus'.
Hari ini kita mengenangkan arwah semua orang beriman, khususnya menurut anggapan kita mereka masih belum menikmati kebahagiaan surgawi, padahal mereka amat merindukannya. Mereka belumlah sama dengan saudara-saudari kita yang telah menikmati kemuliaan surgawi sebagaimana kita rayakan kemarin. Apakah mereka terlambat untuk mendapatkannya? Apakah tidak ada kesempatan lain? Ada, dan tidak ada istilah terlambat! Bukankah Kristus Tuhan adalah Allah atas orang hidup dan mati? (Rom 14: 9) Bukankah dengan demikian kita semua tetap satu, kita yang masih berziarah di dunia ini dengan mereka yang telah meninggal, sama-sama milik Kristus Putera Allah yang hidup?
          Kita yang terikat dengan perjalanan waktu, ada baiknya sambil menantikan kebangkitan, kita yang masih berziarah dan mampu berpikir jernih ini mendoakan mereka yang sudah tak berdaya itu, agar mereka mendapatkan pengampunaan dosa dan keringanan hukuman yang harus mereka terima? Bukankah orang yang hampir tenggelam coba kita selamatkan, apalagi orang yang tak berdaya, lemas dan papa, kita biarkan sendirian? Kiranya pengalaman Yudas sebagaimana tersurat dalam bacaan pertama tadi menjadi contoh bagi kita. 'Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka'.
          Mendoakan mereka yang telah meninggal adalah kehendak Allah sendiri agar semua orang menikmati keselamatan kekal, sebagaimana dilakukan oleh Yudas tadi.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus,  ada banyak saudara-saudari kami telah meninggalkan dunia ini. Kami beranggapan mereka masih belum sempat menikmati kemuliaan surgawi, karena keterbatasan dan kelemahan mereka, mereka sempat berdosa dan bersalah. Mereka telah Engkau ampuni dosa-dosanya, tetapi mereka masih harus menjalani pemurnian diri, agar dapat memasuki Kerajaan Surgawi. Ringankanlah hukuman mereka dan bebaskanlah mereka dari segala hukuman yang diterimanya, agar mereka segera menikmati kasih karuniaMu yang indah dan luhur itu.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Akulah kebangkitan dan hidup!
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening