Pesta Basilik Lateran

9 November 2011
1Kor 3: 9-17  +  Mzm 46  +  Yoh 2: 13-22
 
 
 
Lectio :
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
 
 
Meditatio :
'Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan'.
Teguran keras Yesus kepada pedagang-pedagang merpati, yang sebetulnya bukan hanya untuk mereka, tetapi juga bagi semua pedagang: ada pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkanNya. Semua diusirNya karena tempat ibadah mereka jadikan tempat berjualan.
Kita dapat membayangkan dengan pesta kemarin, Idul Adha yang dirayakan oleh saudara-saudari kita muslim. Penjualan hewan kurban tidak diperkenankan dilakukan di halaman masjid, karena akan mengurangi keheningan rumah ibadat dan bau tajam amat menusuk hidung juga akan mengganggu kenyamanan kompleks rumah ibadat; terlebih lagi kalau semuanya itu dilakukan di dalam rumah ibadat, bait Allah yang kudus. Rumah ibadat hanyalah untuk berdoa dan berdoa. Penodaan rumah ibadat memang melukai hati setia umat beriman. Benarlah kutipan dalam Injil tadi: 'cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku'; Yesus pun merasakanya,  sebab bukankah rumah ibadat adalah 'rumah Bapa'? (Luk 2: 49). Kiranya penodaan rumah ibadat tidaklah sebatas merusakan dan menghancurkan, melainkan juga bila kita tidak menggunakan rumah ibadat sebagaimana mestinya, termasuk segala aturan dan tindakan yang menghalang-halangi orang-orang kecil dan sederhana datang untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.
'Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali'.
Tanda inilah yang diberikan Yesus, dan memang itulah yang akan diberikanNya, sehingga Dia berani mengusir orang-orang yang tidak menggunakan rumah ibadat sebagaimana mestinya. Jawaban inilah yang diberikan Yesus terhadap orang-orang yang menantangNya. Bukanlah maksud Yesus menutup kemungkinan orang-orang mencari nafkah, bukan pula maksud Yesus ingin mengurusi rumah ibadat. Apa yang disampaikan Yesus kepada para pedagang memang benar. Namun lebih dari itu, Yesus mengingatkan bahwa kedatanganNya ke dunia adalah ingin memperbaharui tubuhNya yang akan dikuasai oleh dosa, bagaikan rumah ibadat yang dipenuhi dengan pedagang-pedagang yang mengutamakan ketidakadilan dan mafia pasar dalam rumah, tempat berdoa itu. Yesus datang sengaja ingin mengusir mereka, Yesus sengaja hendak 'merombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari akan mendirikannya kembali', sebab memang 'yang dimaksudkanNya dengan Bait Allah ialah tubuhNya sendiri'.
Dan sungguh benar, 'sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-muridNya bahwa hal itu telah dikatakanNya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus'.
Kembali rasul Paulus dalam suratnya yang pertama kepada Korintus pada bacaan pertama tadi mengingatkan kita semua: 'kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku hanyalah sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, yaitu Yesus Kristus'. Dengan pernyataannya ini, Paulus mengingatkan akan keluhuran dan keagungan diri kita sebagai umat beriman, umat milik Allah, sebagai bangunan yang didirikan oleh Allah sendiri. Allah akan merasa jengkel  dan prihatin bila kita tidak memggunakan bangunan Allah sebagaimana mestinya, seperti  yang dilakukan para pedagang di bait Allah tadi.
Mereka bermaksud baik membantu mempermudah umat beriman untuk mempersembahkan kurban sembelihan, tetapi kemauan baik mereka pakai untuk menyelubungi kejahatan; kemauan baik mereka tidak mengarah kepada kebenaran. Ada baiknya, kita selalu berani merevisi maksud baik kita, adakah semua yang kita lakukan hanya untuk medapatkan kepuasan dan kenyamanan diri atau sekedar mendapatkan keharuman nama? Maksud baik itu tidak selalu benar!
Pesta pemberkatan basilik Lateran mengingatkan kita bahwa Allah selalu memperhatikan umat yang telah dipilih dan dibangunNya sendiri, dan lebih dari itu Allah tinggal di tengah-tengah kita.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus, ajarilah kami semakin memahami diri kami bahwa kami adalah baitMu yang kudus, Engkau malahan selalu memperhatikan dan memperhatikan kami, karena memang kami adalah milikMu.
Yesus sucikanlah hati kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening