Rabu masa Biasa XXXIV

23 November 2011
Dan 5: 13-17  +  Mzm  +  Luk  21: 12-19
 
 
 
 
Lectio :
Yesus melanjutkan, kataNya: "tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
 
 
 
Meditatio :
'Sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena namaKu'.
Tambah Yesus kepada para muridNya, menimpali penyataan sebelumnya bahwa: 'banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan akan adanya peperangan dan pemberontakan, bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit', sebagaimana kita renungkan kemarin. Perlawanan terhadap bumi dan isinya akan didahului dengan perlawanan terhadap diri para muridNya. Semuanya hanya gara-gara NamaNya, hanya karena mereka percaya dan mengikuti Kristus, Orang Nazaret itu.
Janganlah takut, itulah yang ditegaskanNya kemarin, semuanya harus siap dihadapi dan diterima! Malahan, 'hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi'. Bersaksi bukan berkobar-kobar menyatakan bahwa Kristus itu Allah, dan dengan bangga sambil memegang Kitab Suci memberi kesaksian. Itu baik! Kesaksian itu kesetiaan seseorang untuk bertahan dalam nama Yesus Kristus: apa pun yang terjadi pada dirinya, dia selalu bersenandung 'kumau cinta Yesus selamanya'. Dan Yesus sendiri memberi jaminan: 'kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'. Inilah jaminan yang memberi keteguhan dan ketenangan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh selamat.
 'Tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu; dan tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang', sabda Yesus. Dia sungguh-sungguh menjaga dan melindungi para muridNya, semua umat yang dikasihiNya. Perlawanan dan perlawanan sungguh akan datang bertubi-tubi dan benar-benar mengagetkan, karena ternyata memang permusuhan datang bukanlah dari orang-orang yang jauh di sana, tetapi 'oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu'. Inilah resiko mengikuti Yesus sang Al Masih!
Apakah kita akan melarikan diri daripadaNya? Menghindari segala kemauan dan perintah-perintahNya?
Tindakan sembrono dan hanya mencari kesenangan diri sendiri memang akan memberi kepuasan diri. Namun tak jarang, semuanya itu akan dimakan waktu dan bersifat sementara, dan terlebih tidak sesuai dengan kehendak Tuhan sang Empunya kehidupan. 'Raja Belsyazar', sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, 'begitu meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepadanya, lalu dia beserta para pembesar, para isteri dan para gundiknya telah minum anggur dari perkakas itu; dia telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tetapi dia memuliakan Allah, yang menggenggam nafas dan menentukan segala jalan hidupnya'. Dan apa yang terjadi? 'Mené, mené, tekél ufarsin'. Masa pemerintahan anda telah berakhir; bila ditimbang dengan neraca, hidup anda terlalu ringan; hari ini juga kerajaan ini dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.
Realitas hidup beragama untuk sementara ini: keluarga bisa terbagi dan pecah karena perbedaan agama satu dengan lainnya. Mayoritas selalu ingin menang dari mereka yang minoritas. Semuanya itu akibat dari penekanan yang berlebihan pada tata ritual dan pemahaman ajaran kontekstual yang sempit. Agama apapun selalu mengajarkan persaudaraan dan kasih, tetapi tidaklah demikian, bila pemeluk satu berhadapan dengan pemeluk lainnya. Kesetiaan seseorang pada ajaran agama secara tepat dan benar akan memampu dia memandang kehadiran Sang Ilahi dalam diri sesamanya, karena memang fitrah manusia adalah kasih Allah.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau mengajak kami untuk berani mewartakan keselamatan kepada setiap orang yang kami jumpai. Rahmatilah kami dengan kebijaksanaanMu agar kami sungguh-sungguh mampu memberikan kesaksian tentang Engkau dalam kata dan perbuatan kami, sehingga mereka yang ada di sekitar kami semakin terbantu memuji Bapa di surge sang Empunya kehidupan ini. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Kumau cinta Yesus selamanya, meskipun badai silih berganti dalam hidupku; kumau cinta Yesus selamanya
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening