Rabu Pekan Biasa XXXIII

16 November 2011
2Mak 7: 20-31  +  Mzm 17  +  Luk 19: 11-28
 
 
 
Lectio :
Yesus melanjutkan perkataan-Nya kepada orang-orang yang mendengarkan Dia dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."
Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
 
 
 
Meditatio :
'Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota'.
Mereka yang berjuang memang mendapatkan banyak hasil, mereka juga mendapatkan kepercayaan untuk menerima ganjaan yang lebih besar. Itulah yang diterima oleh orang-orang yang menjalankan mina, yang diberikan tuannya kepada mereka. Ada yang menghasilkan 10 mina, ada pula yang hanya 5 mina, secara sengaja  sang tuan tidak memasang target; dia bergembira, bersukacita dan berterimakasih kepada hamba-hambanya yang berani berusaha dan berusaha. Barangsiapa menabur dengan bercucuran air mata akan bersorak-sorai membawa berkas panenan tentunya (Mzm 126). Malahan dengan sengaja sang tuannya itu memberi kelimpahan kepada mereka: 'berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu; sebab setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi'.
Sebaliknya, 'siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya'. Itulah yang dialami oleh seseorang yang tidak mau berusaha, sebagaimana dilakukan seseorang yang tidak mau mengembangkan mina yang dipercayakan kepadanya; malahan dengan berani dia mengatai-ngatai tuannya, katanya: 'tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan; sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur'. Bagaimana kebenaran perkataan hamba itu bukanlah perhatian kita. Hanya saja dia menolak dan mengabaikan perjanjian yang telah dibuat dan diterima bersama tuannya sendiri. 'It is wicked to be slothful' (tak sedikit orang yang malas itu jahat).
Bagaimana nasibnya? Dia tidak ubahnya dengan orang-orang yang melawan tuannya, yakni mereka yang menolak sang tuan menjadi raja atas mereka. 'Semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku'. Bukan ganjaran dan sukacita yang  mereka alami, melainkan penghukuman dan kematian yang mereka nikmati. Ketidakmauan menanggapi perjanjian yang telah mereka sepakati, ketidakmauan menggunakan kepercayaan yang mereka terima, yakni mengembangkan mina yang mereka terima, mendatangkan hukuman yang mematikan.
Kiranya pesan perumpamaan yang disampaikan Yesus pada hari ini amatlah jelas. Tidak berbeda banyak dengan pesan Injil hari Minggu kemarin, yakni mereka para hamba yang menerima talenta dari tuannya. Yesus mengingatkan setiap orang yang percaya kepadaNya harus berusaha dan berusaha untuk menikmati Kerajaan Surga, Yerusalem baru. Yesus mengingatkan, karena pada waktu  itu ketika  'sudah mendekati Yerusalem, mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan'. Kebersamaan dengan Yesus tidak cukup dengan hanya mendengarkan aneka ajaranNya, bangga akan kehebatan sang Guru mereka,terlebih ketika Dia mengadakan banyak mukjizat; semuanya itu harus ditindaklanjuti dengan memanggul salib bersama dengan Dia sang Penyelamat di kota Yerusalem.
Berusaha mengembangkan mina yang diberikan tuannya tidak lain dan tidak bukan adalah usaha perjuangan hidup sehari-hari, yang tak jarang begitu pahit dan menantang. Itulah salib kehidupan yang harus kita panggul. Setia memanggul salib guna mendapatkan keselamatan itulah yang dilakukan juga oleh seorang ibu, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama. Dia harus menerima salib yang begitu berat. Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat anak-anaknya menderita dan dibunuh; namun dia melihat dan percaya kasih Allah lebih besar dari kekuatan manusia, dan itulah yang disampaikan kepada anak-anaknya.
          'Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya.  Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga. Jangan takut kepada algojo itu. Sebaliknya, hendaklah menyatakan diri sepantas kakak-kakakmu dan terimalah maut itu, supaya aku mendapat kembali engkau serta kakak-kakakmu di masa belas kasihan kelak'.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kembali Engkau mengajak kami untuk selalu berani berusaha dalam mendapatkan kepercayaan daripadaMu. Segala yang indah dan mulia akan kami nikmati kalau memang kami berani berusaha mendapatkannya. Teguhkanlah kami bila dalam berusaha kami mendapatkan banyak tantangan, sebagaimana dialami seorang ibu yang penuh kasih terhadap anak-anaknya. Semoga GerejaMu menjadi ibu bagi orang-orang yang mencari keselamatan.
Jadikanlah kami orang-orang yang setiawan. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening