Sabtu masa Biasa XXXIV

26 November 2011
Dan 7: 15-27  +  Mzm  +  Luk  21: 34-36
 
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata: "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
 
 
Meditatio :
'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi'.
Inilah permintaan Yesus di akhir tahun Liturgi A sekarang ini. Kita besok memasuki tahun liturgy baru, Tahun Liturgi B: merenungkan Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Markus.
'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi'. Kita diminta untuk tidak terus-menerus berpesta dan berpesta. Namun, bukannya kita tidak boleh ikut berpesta, melainkan pesan Yesus ini meminta agar kita tidak hidup bergelimpangan dalam dugem (dunia gemerlapan), yang memang hanya bersorak-sorai hanya memuaskan diri melulu. Hendaknya kita tidak mengumbar nafsu belaka, yang memang hanya mau mencari menang dan puasnya diri sendiri.
Kenapa? 'Supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat'. Hari Tuhan yang didahului dengan banyak kekacauan di sana sini karena memang tidak mau menerima damai dan sukacita ilahi, akan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka. 'Ia akan menimpa semua penduduk bumi ini'.
Tentunya dan pasti tidak ingin kita ikut tertimpa. Kita ingin beroleh selamat; dan Yesus pun menghendakinya, karena itu Dia meminta: 'berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'.
Berjaga-jaga sambil berdoa inilah yang hendaknya kita lakukan dalam setiap langkah kehidupan kita. Ini berarti kita dituntut untuk hari demi hari berani merasakan kehadiran Allah dalam setiap langkah hidup kita. Kita tidak sendirian, Allah menyertai kita. Allah ada di sekeliling kita. Kita tidak mendiamkan Allah. Kita berkomunikasi dengan Dia, tidak lagi berkata-kata dengan mulut dan memperdengarkan suara keras, melainkan berkata-kata dengan hati. Inilah berjaga-jaga sambil berdoa.
Bisa semuanya ini kita lakukan?   Bisa! Ada kemauan pasti ada jalan.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau meminta kami untuk selalu merasakan kehadiranMu. KehadiranMu yang lembut dan tidak menggoncang-goncang itulah yang seringkali kami abaikan. Kami memang lebih tertarik dengan mereka yang bergelora dan menggebrak-gebrak. Yesus, ingatkanlah kami akan kehadiranMu yang menyelamatkan. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa'.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening