Selasa Adven I

29 November 2011
Yes 11: 1-10  +  Mzm 72  +  Luk 10: 21-24
 
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
 
 
 
Meditatio :
'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'.
Kebanggaan Israel sebagai bangsa terpilih telah menjadi kesombongan dan kecongkaan. Karena merasa sebagai pilihan Allah, Israel meremehkan sesamanya. Bahkan sang Mesias yang datang ke tengah-tengah mereka sendiri, ditolaknya, dianiaya, disiksa, dan disalibkan. Bila dahulu memang Sisa-sisa Israel dicari dan dicari oleh Yahwe, karena memang mereka umat milik Allah, kini mereka dibiarkan oleh Allah, karena ketidakmauan mereka sendiri menerima Allah. Segala yang indah dan menyelamatkan sekarang in sepertinya 'Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai', mereka itu adalah orang-orang Israel, yang direpresentasi oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi,  'tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil', yakni mereka yang membutuhkan dan merindukan kehadiranNya, mereka adalah orang-orang yang tak berdaya, orang-orang kecil. 'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu'.
Yesus pun sadar bahwa semuanya itu akan dikerjakan dan menjadi tanggungjawabNya. Yesuslah Pelaksana kehendak dan kemauan Allah Bapa untuk menyelamatkan umatNya. Dengan berani Yesus menerima panglima yang memintakan kesembuhan bagi hambanya, sebagaimana kita renungkan kemarin, Dia pun mengadakan aneka mukjizat. Yesus pun tidak enggan-enggan mengunjungi dan makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang sudah dicap oleh masyarakat sebagai para pendosa. Sebab memang 'semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu'.
Apakah Yesus bertindak sebagai seseorang yang ketiban sangkur (Jawa, baca: bertindak sebagai ban serep), karena tidak ada orang lain? Bukan! Itu memang kehendak Allah; dan Yesus sadar akan tugas perutusanNya itu. 'Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku' (Yoh 6: 38). Yesaya pun dalam nubuatnya, seperti yang kita baca dalam bacaan pertama tadi menuliskan: 'Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang, tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik'.
Dan bila Dia meraja dan semua orang memberikan diri kepadaNya, sukacita dan damai akan segera terasa dan dinikmati oleh seluruh ciptaanNya. Dalam kitab yang sama, Yesaya juga menuliskan:  'serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunungKu yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya'.
'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya', tegas Yesus. Yesus menyampaikan ini karena kehadiranNya adalah kehadiran yang menyatakan kasih Allah kepada umatNya. Allah tidak lagi mengutus para nabiNya yang kudus, melainkan Dia sendiri datang dan menyertai umatNya. Maka berbahagilah mereka yang melihat, mereka yang mendengar dan mereka yang mau menikmatiNya.
Kehadiran sang Anak Manusia di akhir jaman hanyalah sekadar permintaan pertangunganjawab atas segala kasih karunia dan segala kesempatan yang diberikanNya. Adven adalah masa penantian, sembari mempertanyakan diri kita masing-masing: apakah kita siap menyambut dan mempertanggungjawabkan segala yang kita terima daripadaNya. 'Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapanKu dan semua orang akan memuliakan Allah, dan setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah' (Rom 14: 11-12).
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas segala karunia yang Engkau limpahkan kepada kami, terlebih kasihMu sendiri yang menyertai kami. Semoga kami yang Engkau ijinkan mengenalMu hari demi hari semakin berani merasakan kahadiranMu yang menyelamatkan. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening