Selasa masa Biasa XXXIV

22 November 2011
Dan 2: 31-45  +  Mzm  +  Luk  21: 5-11
 
 
 
 
Lectio :
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."
Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
 
 
 
Meditatio :
'Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?'.
Pertanyaan para murid yang menanggapi pernyataan Yesus: 'apa yang kamu lihat di situ, akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan'. Hal ini pun dinyatakan Yesus, ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan. Yerusalem dan bait Allah memang banyak dikagumi oleh orang-orang, karena memang nilai sejarahnya yang amat tinggi, namun sayang kebanggaan itu hanya berhenti pada kekaguman pada hal-hal materi belaka. Mereka melupakan keterpilihan Yerusalem sebagai kota kudus, tempat kehadiran Allah sendiri, sebagaimana kita renungkan bersama Kamis, 17 November kali lalu. Tempat kudus, bait Allah pun malahan mereka gunakan untuk tempat berjualan, bukankah 'rumahKu adalah rumah doa?'.
Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka. KataNya: 'waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan; sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: akulah Dia, dan: saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka'. Kesimpangsiuran  dan kekacauan akan terjadi di mana-mana, karena memang tidak ada kepastian; dan banyak orang akan bertindak sebagai pahlawan yang mau berjasa dengan menunjukkan kebenaran. Itu semua adalah palsu dan bohong!  'Janganlah kamu mengikuti mereka'. 
'Apabila  kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut', sambung Yesus, 'bahkan bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit'. Ada banyak hal yang mengejutkan, di luar prakiraan daya nalar kita manusia. Semuanya bisa terjadi, karena memang bumi dan isinya pun sebenarnya berada di luar kemampuan manusia untuk menguasainya. Manusia hanya dapat mempelajari dan mempelajari, memperkirakan segala kemungkinan yang bisa terjadi berkat ilmu pengetahuan yang berkembang dan didukung oleh segala data-data yang pasti yang diperoleh dari tekhnologi modern. Hanya saja manusia tidak mampu mengharuskan dunia mengikuti kemauannya. Semuanya bisa terjadi di luar kemampuan dan kemauan manusia. 'Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera', tegas Yesus. Peristiwa akhir jaman adalah peristiwa mulia, di mana pada saat itu 'Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya',  sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin.
Kehancuran Yerusalem memang akan terjadi kembali, setelah kebangkitan Yesus Kristus. Namun kiranya tidak dapat disangkal bahwa kehancuran Yerusalem pun sudah dinubuatkan oleh Daniel, sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan pertama tadi. Yesus Kristus akan merobohkan segala kemegahan Yerusalem; Dia yang datang dibiarkan berdiri di luar saja, karena memang  tidak sesuai dengan gambaran umat yang dikasihiNya. Namun Allah tetap bersikukuh pada kehendakNya untuk menyelamatkan seluruh umatNya. Pada saat itu, 'Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai', tegas Daniel kepada rajanya.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, semakin limpahkanlah rahmat kebijaksanaanMu kepada kami agar kami semakin hari semakin siap menghadapi segala kenyataan hidup ini, bijak dalam menanggapinya. Namun buatlah kami juga semakin merundukkan diri di hadapanMu, sebab memang Engkau Empunya sang kehidupan ini.
Santa Caecilia, engkau berani menyerahkan nyawa, karena mampu melihat yang indah dalam hidup ini. Doakanlah kami agar kami kedapatan setia dalam mengikuti Yesus Kristus Tuhan kita. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan; sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: akulah Dia'
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening