Senin masa Biasa XXXIV

21 November 2011
Dan 1: 1-20  +  Mzm  +  Luk  21: 1-4
 
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
 
 
 
Meditatio :
'Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu'.
Penegasan inilah yang diberikan Yesus kepada para muridNya, ketika Dia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Minimal secara prosentase apa yang dikatakan Yesus benar sekali, karena mereka yang berkelimpahan harta itu, walau memenuhi peti persembahan dengan uangnya, masihlah sedikit dari jumlah harta yang dimilikinya; tidaklah demikian dengan janda itu. 'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'. Kemauan dan keberanian janda tua ini amat dibanggakan memang, dia memberi dari kekurangan; dia memberi karena kemauan diri dan bukanlah kewajiban.
Kiranya persembahan seorang janda ini memberi gambaran kepada kita tentang persembahan diri Maria, bunda Yesus. Dia bukanlah orang hebat. Orangtua dan kaum kerabatnya tidak pernah disebut-sebut, demikian juga para leluhurnya tidak pernah disebut-sebut secara istimewa dalam sejarah perjalanan Israel. Maria memang termasuk dalam keluarga yang tidak mempunyai nama. Namun  tak dapat disangkal keberanian dan kemauannya memberi yang terbaik dari segala yang dimiliki, seluruh hidupnya, 'aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu', menjadi tonggak sejarah keselamatan. Kiranya kedua orangtuanya telah mempersembahkan diri puterinya ini kepada Tuhan, banyak keluarga beranggapan seperti itu. Biarlah Tuhan Allah Yahwe menggunakan puteri kami ini untuk berkarya, sebagaimana dikehendakiNya sendiri. Persembahan diri, bukannya kita memberikan sebagian dari yang kita miliki, sebagian yang memang kita sisihkan untuk dipersembahkan, melainkan perberian diri seutuhnya kepada Tuhan, 'apa yang ada padaku Tuhan, ambil dan pakailah, aku berikan seluruh hidupku hanya kepadaMu, aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu'.
Kiranya orang-orang yang bersikap seperti Maria dalam menanggapi kehendak Tuhan tidak diragukan lagi dalam berbagi kasih, sebab mereka sadar segala sesuatu yang ada diri mereka dikerjakan oleh Allah sendiri; mereka terdorong selalu untuk membagikannya kepada sesame. Benarlah seruan Maria dalam kiidungnya: 'Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namaNya adalah kudus. Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar'. Kiranya orang-orang semacam inilah yang akan berada di samping kanan untuk menikmati sukacita ilahi, sebagaimana dikatakan dalam Injil hari Minggu kemarin.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, syukur dan terima kasih atas segala kasih karunia yang telah Engkau berikan kepada kami. Semoga kami pun juga berani berbagi kasih atas segala karunia yang indah yang Engkau limpahkan kepada kami, sehingga kami menjadi saluran berkat bagi sesama. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Dia ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening