Senin Pekan Biasa XXXII

7 November 2011
Keb 1: 1-7  +  Mzm 139  +  Luk 17: 1-6
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
 
 
Meditatio :
'Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya'.
Penyataan Yesus menegaskan bahwa Tuhan Allah mengetahui benar akan segala kecenderungan yang ada dalam diri ciptaan yang disayangiNya. Apalagi dengan anugerah akal budi dan kehendak bebas yang dimilikinya, manusia bisa bertindak untuk memuaskan dirinya. Semua diberikan kepada ciptaan yang secitra dengan diriNya, karena memang Allah menciptakan manusia dan bukannya seperti ciptaan-ciptaan lainnya, atau bahkan seperti robot-robot yang tidak mempunyai perasaan dan hati. Kemungkinan manusia ciptaanNya bertindak melawan kasih dan kebenaran, diketahuiNya; segala kecenderungan kita yang bertindak seperti serigala terhadap orang lain dikenalNya juga, sebagaimana dinyatakan tadi: 'tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya'. Pertentangan satu sama lain antar sesame umatNya sungguh tidak dikehendakiNya yang adalah Kasih, tetapi bisa saja terjadi. Terhadap mereka yang bertindak semena-mena dan mencelakakan sesamanya itu, 'adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini'. Tuhan Allah yang maha pengasih dan penyayang memperhatikan keutuhan umatNya.
Sebaliknya, Yesus juga mengingatkan: bila memang kita melihat sesame  bertindak semaunya sendiri, menyepelekan dan merendahkan sesamanya, dan secara sembunyi-sembunyi dia hendak menjatuhkan sesamanya, kita harus mengingatkannya; kalau dia berbalik dari kejahatannya, kita pun  malahan harus berani menerimanya dengan tangan terbuka. 'Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia'. Inilah kasih! Kasih tidak berkesudahan (1Kor 13: 8), sebab 'jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'.
Percaya kepada Kristus dan mengikutiNya itu memang berarti kita harus siap memberi dan memberi, dan bukannya menerima!
'Tambahkanlah iman kami!'.
Itulah akhirnya yang harus kita minta dan kita minta dari Tuhan Yesus, sebab mengasihi Kristus berarti kita harus berani memberi dan memberi kepada sesama kita; bukan melulu dengan tindakan social karitatif, tetapi terlebih-lebih memberi hati. Sebab keberserahan diri kepada Allah akan memampukan diri setiap orang untuk berbagi kasih, semakin terdorong memberi hati kepada sesame, bahkan kita mampu melakukan segala sesuatu di luar segala keterbatasan dan kemampuan yang kita miliki. Yesus memperumpamakannya: 'sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Iman memberikan kekuatan yang luar biasa, iman mendatangkan mukjizat daripadaNya.
Iman kepercayaan akan Tuhan berarti membiarkan diri untuk dikasihi dan dibimbing oleh Roh Allah sendiri, yang membuat segala-gala semakin baik dan indah. Kiranya bacaan pertama juga menjadi tambahan permenungan bagi kita untuk semakin berani mencari Dia. 'Hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati! Ia membiarkan diriNya ditemukan oleh yang tidak mencobaiNya, dan menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadapNya. Dia pun akan melimpahkan kebijaksanaan ke dalam hati yang suci, dan tidak tinggal dalam tubuh yang dikuasai oleh dosa'.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus Kristus,   tambahkanlah iman kami kepadaMu agar kami semakin hari semakin berani memberi hati kepada sesame, dan tidak mencari menangnya sendiri dalam setiap pergaulan hidup, terlebih di tengah-tengah keluarga. Dalam iman dan kasih padaMu ya Yesus, hidup kami akan semakin menghasilkan banyak buah dan membawa sukcita bagi sesame.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Tambahkanlah iman kami!'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening