Jumat Adven II

9 Desember 2011
Yes 48: 17-19  +  Mzm 1 +  Mat 11: 16-19
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada orang-orang yang mengerumuniNya: "Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."
 
 
 
Meditatio :
Menghadapi orang-orang yang ingin menangnya sendiri dan tidak mau tahu urusan orang lain dan bahkan melihat segala sesuatu hanya dengan perkiraan diri sendiri,  Yesus berkata: 'mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung'. Mereka mau mencari menangnya sendiri, karena mereka tidak mau melihat kenyataan yang ada, mereka tidak peka dan bahkan sudah tumpul akan kenyataan yang ada di depan mereka. Warna merah yang ada di depan, mereka sebut kuning, karena memang kacamata mereka kuning adanya; mereka tidak mau tahu dengan kenyataan yang ada di depan mereka. Mereka mengatakan dan memberi nilai segala sesuatu menurut kemauaan mereka sendiri.
Lalu Yesus menegaskan: 'karena ketika Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ia kerasukan setan'. Benarkah Yohanes kerasukan setan dan tidak waras lagi? Bodoh kali orang-orang Israel yang berduyun-duyun datang kepadanya dan membiarkan diri dibaptis, kalau memang dia orang yang tidak waras? Bukankah itulah penampilan Yohanes yang profetis, sebagaimana kita renungkan beberapa hari lalu? (Mrk 1: 2-6). Demikian juga 'ketika Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Semuanya dinilai berdasarkan anggapan dan perkiraan mereka sendiri. Bukankah Yesus secara sengaja bergaul dengan mereka orang-orang berdosa dan para pemungut cukai, karena memang kehendak Tuhan Bapa di surge agar semua orang tidak binasa, melainkan selamat? (Mat 18: 12-14). Yesuslah Pelaksana sabda dan kehendak Bapa!
Ketidakmauan melihat kehendak Tuhan yang dibawakan Yesus, malahan negative thinking kepadaNya, akan mendatangkan celaka bagi diri sendiri, karena memang apa yang dikerjakan Yesus hanya demi keselamatan umat yang dikasihiNya. Benarlah apa yang dikatakan Yesus dalam bacaan pertama dari Kitab Yesaya tadi: 'beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapanKu'.
Kiranya kita sekarang ini tidak bertindak demikian terhadap Yesus Kristus, karena kita telah mengenal Dia, dan kita pun menikmati karya penebusanNya. Kita malahan sempat memuji dan memuliakan Dia karena berkat dan rahmatNya. Namun kiranya dalam pergaulan sehari-hari, tak jarang kita melihat segala sesuatu, bahkan memandang teman-teman kita bukan sesuai dengan keberadaan mereka masing-masing;  mereka kita pandang sebatas kita memandang. Keberadaan seseorang yang ada di depan kita seakan-akan kitalah yang menentukan; dia yang mempunyai anugerah mulia sebesar 80 poin hanya kita pandang dan kita hargai sebesar 20 poin, karena memang kita tidak mau tahu dengan 60 poin yang dimilikinya; malahan sebaliknya beberapa poin kekurangan seseorang dalam pergaulan, kita jadikan cap yang tidak mungkin luntur lagi. Apa kita melawan kehendak dan kemauan Tuhan?  Yang kamu lakukan untuk saudaraKu, engkau lakukan untuk Aku.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau mengajak kami selalu berpikir positif  dalam pergaulan sehari-hari, dalam pergaulan kami sehari-hari. Kuasailah kami dengan terang Roh KudusMu, agar kami semakin mampu memandang segala yang indah dan baik, yang memang Engkau taburkan dalam diri ciptaanMu.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Engkau menjadi segala sesuatu baik adanya.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening