Jumat Adven III

16 Desember 2011
Yes 56: 1-8  +  Mzm 67  +  Yoh 5: 33-36
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada orang-orang yang mengikutiNya: "Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku".
 
 
 
Meditatio :
Dua hari berturut-turut kita merenungkan Yohanes yang memberikan kesaksian tentang Yesus, dan juga sebaliknya, Yesus yang memberikan kesaksian tentang Yohanes. Kembali Yesus menegaskan: 'Yohanes adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya'. Yohaneslah yang mulai membuka kegelapan dengan baptisan tobat yang diwartakan; dialah yang meminta orang-orang untuk meluruskan jalan bagi Dia yang akan datang. Hanya saja banyak orang yang tidak memberi perhatian, 'kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu', tegas Yesus. Karena apa? Karena memang Yohanes mewartakan kabar pertobatan yang tidak sesuai dengan kemauan mereka; kesaksian tentang kebenaran yang disampaikannya tidak diterima oleh mereka. Padahal kesaksian Yohanes membuka wawasan baru bagi setiap orang untuk semakin siap sedia menyambut Dia, sang Anak Manusia. Kemauan dan kehendak Tuhan yang diwartakan oleh Yohanes tidak menjadi kesukaan umat yang disayangiNya.
'Namun Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes' tegas Yesus. Penyataan Yesus tidaklah sama sekali dimaksudkan meremehkan kesaksian Yohanes; Yesus malahan memuji bahagia Yohanes atas keberaniannya menjadi saksi kebenaran. Kesaksian yang yang lebih menyatakan Dia sebenarnya adalah: 'segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepadaKu, supaya Aku melaksanakannya'. Kesaksian ini lebih penting, karena Yesus melakukan sendiri segala yang menjadi tanda dan kesaksian itu. Saya bisa main guitar, kalau memang saya bisa memainkan gitar, bukan dalam sebuah kamar tertutup, melainkan di hadapan banyak orang. 'Pekerjaan itu yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku'. Yesus sungguh-sungguh diutus Bapa di surge, karena segala yang dikehendaki Bapa, dilakukanNya.
Yesus tidak menyatakan bahwa namaNya adalah Yesus. Di tidak berteriak-teriak tentang namaNya. NamaNya adalah kudus. Namun lebih dari itu, Yesus menyatakan diriNya dalam pekerjaan yang dilakukanNya. Yesus lebih mengutamakan perbuatan dan tindakan, daripada kata-kata belaka. Hal itulah yang pernah dikatakan kepada kita: 'bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga' (Mat 7: 21). Demikian juga dalam menantikan kedatanganNya, bukannya dengan berdiam diri atau pun melakukan kegiatan-kegiatan rohani melulu, melainkan sungguh-sungguh berani 'meluruskan jalan yang berlika-liku' sebagaimana diwartakan Yohanes Pembaptis. 'Beginilah firman TUHAN', tegas Yesaya dalam bacaan pertama, 'taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari padaKu, dan keadilanKu akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat, mereka akan Kubawa ke gunungKu yang kudus'.
Yesus, yang melakukan kehendak Bapa, mengundang kita juga melakukan kehendakNya.
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau datang  hendak berbagi keselamatan dengan kami. Terima kasih Tuhan. Buatlah kami mempersiapkan diri kami dengan pekerjaan-pekerjaan yang Engkau kehendaki.
Yesus teguhkanlah hati kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepadaKu, itulah yang Aku laksanakan.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening