Pesta Santo Fransiskus Xaverius

3 Desember 2011
1Kor 9: 16-23  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-20
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
 
 
Meditatio :
'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.
Inilah permintaan Yesus kepada para muridNya, yang sekaligus tugas perutusan Yesus kepada mereka. Para murid diminta mewartakan kabar sukacita, bahwasannya Allah telah menjadi manusia dan tinggal di antara umatNya. Ia datang ke dunia hanya untuk menyelamatkan umat manusia. Dia rela menyerahkan nyawa guna menjadi tebusan bagi manusia.
Pesan inilah yang disampaikan Yesus untuk terakhir kalinya sebelum Dia terangkat ke surge dan duduk di sebelah kanan Allah. Tanpa banyak kata, para murid pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Pesan inilah juga yang dikerjakan Fransiskus Xaverius yang kita rayakan pestanya hari ini. Santo Fransiskuslah yang ikutserta dalam karya pewartaan sampai ke bumi Indonesia. Malahan berkat keberaniannya yang gigih Fransiskus menjadi pelindung karya misi. Kiranya keberanian Fransiskus bersandar pada semangat Paulus sendiri, sebagaimana kita baca dalam bacaan pertama, bahwa pewartaan Injil adalah suatu keharusan hidup, dan bukannya sebuah kesempatan yang dapat dipilih. 'Jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya'.
Bagaimana pewartaan Injil kita?
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, suburkanlah Injil yang telah ditanam di bumi Indonesia, agar semakin tumbuh dan berkembang, karena memang banyak teman kami yang merindukan keselamatan sebagaimana yang Engkau janjikan kepada kami. Mereka mendambakan mahkota keselamatan yang hendak Engkau bawa di akhir jaman nanti.
Santo Fransiskus doakanlah bangsa dan negara kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening