Rabu Adven II

7 Desember 2011
Yes 40: 25-31  +  Mzm 103  +  Mat 11: 28-30
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari bersabdalah Yesus: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
 
 
Meditatio :
'Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.
Undangan Yesus ini disampaikan kepada semua orang untuk berani datang kepadaNya. Yesus tidak membeda-bedakan mereka: laki-laki atau perempuan, anak-anak atau orangtua, suku atau bangsa, kaya atau miskin. Namun kiranya berat bagi mereka yang menyombongkan diri untuk datang kepada Yesus, karena memang mereka tidak membutuhkan orang lain lagi; karena mereka beranggapan semuanya bisa dikerjakan, dan malahan semuanya adalah hasil usahanya sendiri. Tetapi amatlah baik, kalau mereka pun berani datang merundukkan diri di hadapanNya.
Mari kita yang mempunyai banyak beban, entah apapun beban yang kita miliki; kita datang kepadaNya, tanpa banyak kata-kata. Kita datang kepadaNya dan  mengatakan dengan jujur apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan, kerinduan dan harapan kita. Itulah memang yang dikehendakiNya berani datang kepadaNya, maka  'Ia akan memberi kelegaan kepadamu'.
'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati', tegas Yesus. Kita datang kepadaNya karena kita merindukan bantuanNya, dan juga kita hendak belajar daripadaNya bagaimana menghadapi kehidupan ini. Dia lebih pandai dan banyak mengetahui tentang kehidupan ini secara detail dan menyeluruh, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Pencipta pasti lebih pandai daripada yang diciptakanNya. Yesus hanya mengundang dan mengundang, tanpa ada paksaan sama sekali untuk datang kepadaNya, karena memang Dia amat menghormati hak azasi yang dimiliki oleh setiap ciptaanNya. Keberanian datang kepadaNya dan belajar daripadaNya membuat 'jiwa kita akan mendapat ketenangan', karena kita dapat menanggapi kehidupan ini dengan bijak, terlebih karena jiwa kita tinggal dalam kasihNya.
 Tinggal dalam kasih Tuhan berarti tinggal dalam sukacita dan damai; dan inilah memang yang  diberikan Yesus dengan tawaranNya untuk datang dan datang kepadaNya. Tepatlah yang dikatakanNya tadi, bahwasannya: 'kuk yang Kupasang itu enak', karena apa yang diberikan olehNya sungguh-sungguh membahagiakan dan mendatangkan sukacita. Kemauan datang kepada Yesus untuk menikmati sukacita juga menyenangkan hati Tuhan sendiri; 'bebanKu pun ringan', tegas Yesus, karena memang kita ambil bagian dalam tugas perutusanNya yang mau menyelamatkan umat manusia.
Penyataan Yesus yang memberikan jaminan kelegaan dan keselamatan hidup adalah penyataan Allah; dan memang hanya Allah yang mampu mengatakannya, tak ubahnya penyataan Yesus bahwa Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa, sebagamana kita renungkan hari Senin kemarin (Luk 5: 17-26). Undangan Yesus yang ditujukan kepada setiap orang yang letih lesu, telah jauh-jauh dinyatakan Allah sendiri, sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan pertama tadi: 'TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertianNya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah'.
          Sungguh baiklah kita perteguh penantian dan pengharapan kita kepadaNya yang akan datang ke tengah-tengah kita membawa mahkota mulia.
 
 
Oratio :
 
 Ya Yesus Kristus, Engkau mengundang kami untuk berani datang kepadaMu, karena Engkau menghendaki kami selamat. Semoga kami semakin berani datang kepadaMu guna mendapatkan semangat dan roh kehidupan yang meneguhkan hati dan budi kami.  
Santo Ambrosius doakanlah saudara-saudari kami yang lemah dan tak berdaya dalam keseharian hidupnya, agar mereka semakin berani mengandalkan Tuhan kita Yesus Kristus, sang Empunya kehidupan. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening