Rabu Adven III

14 Desember 2011
Yes 45: 6-8  +  Mzm 67  +  Luk 7: 19-23
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yohanes memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
 
 
 
Meditatio :
'Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?'.
Pertanyaan Yohanes yang disampaikan melalui kedua muridnya seharusnya membuat kita bertanya-tanya: mengapa Yohanes bertanya demikian? Belum mengenal Yesuskah dia; dan bukankah dia sendiri, yang pada hari Minggu kemarin kita renungkan,  mengatakan bahwa memang 'aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasutNya pun aku tidak layak'?
Memang Yohanes mengenal dan mengakui bahwa Seseorang yang datang sesudah dirinya itu begitu hebat dan luar biasa, membuka tali kasutNya pun dia tidak layak. Namun kiranya Yohanes tidak mengenal secara detail apa yang mampu dilakukan Yesus. Mungkin juga dia banyak mendengar cerita demi cerita tentang Yesus dari para muridnya sendiri. Mungkin murid yang satu berbeda dalam mengenal Yesus, sehingga mereka pun berbeda cerita satu sama lain.
Kiranya juga perlu kita pertanyakan mengapa selama ini Yohanes tidak menyempatkan diri berjumpa dengan Yesus, berbicara tentang tugas perutusan mereka? Soal tempat yang berjauhan kiranya bukanlah masalah; hanya saja Yesus tampil ke depan umum setelah Yesus dipenjarakan oleh Herodes. Namun  periode pra-katekese, sepertinya     
Atas pertanyaan mereka, Yesus tidak menjawab dengan kata-kata ya atau tidak, melainkan mereka sendiri yang harus memberi jawaban pasti dengan berkata: 'pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik'; sebab memang pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Yesus tidak menyampaikan teori tentang Dia yang memang sudah datang dan ada di tengah-tengah umatNya, melainkan menyampaikan kenyataan yang dilakukan sang Anak Manusia.
Kita bukanlah para murid Yohanes Pembaptis, yang masih meraba-raba siapakah Yesus Kristus itu. Kita, malahan orang-orang yang dipersatukan dan dihidupi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Sebaliknya marilah kita perkuat iman dan kesayakinan kita bahwa Yesuslah Tuhan, dan tiada yang lain. Kiranya seruan Tuhan Allah sendiri dalam bacaan pertama tadi yakni: 'Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini. Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus. Allah yang adil dan Juruselamat. Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain', menjadi keyakinan kita, sehingga kita tidak lagi menoleh ke kanan atau ke kiri.
Kita perteguh keyakinan kita, karena memang kita pun adalah orang-orang yang sedang menantikan kedatanganNya kembali dalam kemuliaan. Kita tidak lagi bertanya-tanya: 'Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain', sebab Dialah sendiri berjanji akan datang: 'Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada' (Yoh 14: 3).
          Yesus pun memuji bahagia kita yang setia menanti kedatanganNya: 'berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku'.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kami memang tidak ragu-ragu tentang siapakah Engkau, dan kami tahu bahwa Engkau akan datang kembali ke tengah-tengah kami. Hanya saja kami sering tidak setia dalam menantikan Engkau yang memang tidak memberitahu secara pasti kapan dan saatNya. Yesus, jadikanlah  kami orang-orang yang setia di hadapanMu.
Santo Yohanes Salib, doakanlah kami agar kami menjadi orang-orang yang hanya terpaut kepada Kristus, supaya dalam mendaki gunung Karmel kelak kami mencapai puncaknya, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening