Rabu Khusus Adven IV

21 Desember 2011
Kid 2: 8-14  +  Mzm 33  +  Luk 1: 39-45
 
 
 
 
Lectio :
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
 
 
 
 
Meditatio :
'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'.
Sebuah pengakuan yang diberikan oleh Elizabeth kepada Maria, ketika dia berkunjung ke rumahnya. Elizabet mengakui siapakah orang yang datang mengunjungi dirinya ini. Kini Maria ada berdiri di depannya. Elizabet yang dikuasai penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: 'diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'.
Elizabet sepertinya tahu benar siapakah Maria yang berdiri di hadapannya. Sebab 'dia yang dipenuhi dengan Roh Kudus ini' mengenal dengan baik segala yang datang dari Atas. Dan memang benar, orang-orang yang berpaut sungguh pada Roh Allah yang hidup, dan bukan kepada aneka pemberianNya, akan mudah mengenali segala kehendak dan kemauan Allah, mengenali segala kasih karuniaNya, sebab semuanya dikerjakan oleh Roh yang satu dan sama (1Kor 12: 11a).  Elizabet semenjak mendapatkan kuasa Roh Kudus, dia tidak hanya mampu bersyukur kepada Tuhan, tetapi juga mampu melihat kehendak Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupan; tidak lagi melihat hanya pada dirinya sendiri (Luk 1: 25) sebagaimana kita renungkan Senin kemarin.
Dengan berani Elizabet pun menyebut Maria sebagai 'ibu Tuhanku', karena memang Maria adalah orang yang menerima kehadiran Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segena pikirannya; kehadiran Tuhan yang akan terjadi, bukan dalam aneka peristiwa kehidupan, melainkan dalam dirinya.
'Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'.
Adalah suatu luapan gembira dan sukacita oleh Yohanes, yang merasakan kunjungan Yang agung dan mulia; dia belum mampu melihat, tetapi mampu merasakan kehadiranNya; dia serentak bersama dengan bundanya yang terkasih melompat gembira dan sukacita. Kehadiran sang Ilahi, Empunya kehidupan selalu mendatangkan sukacita dan damai. Bacaan pertama juga melukiskan sukacita datangnya sang kekasih hati, katanya:
'Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.
Kekasihku mulai berbicara kepadaku:
"Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.
Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya.
Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! Merpatiku di celah-celah batu,
di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu,
perdengarkanlah suaramu!
Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!".
Kerinduan yang mendalam akan menyemangati suatu pertemuan. Demikianlah kiranya perjumpaan  yang hendak kita rayakan nanti. Aku rindu akan kedatanganMu ya Tuhan. Natal semakin semarak kalau memang kita merindukanNya,
 
 
 
Oratio :
 
Yesus  Kristus, gejolak hati akan kedatanganMu hari demi hari semakin bertambah, sebab kami memang merindukanMu. Semoga kerinduan kami semakin hari semakin Engkau teguhkan ya Yesus, sebab kami percaya Engkau pun merindukan, agar kami tetap selalu berpaut padaMu.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanMu itu'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening