Sabtu Khusus Adven IV

24 Desember 2011
2Sam 7; 1-16  +  Mzm 89  +  Luk 1: 67-79
 
 
 
 
Lectio :
Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, -- seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus -- untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
 
 
 
 
Meditatio :
'Terpujilah Tuhan, Allah Israel'.
Pujian Zakharia kepada Tuhan Allah Israel, karena memang dia merasakan kebaikan dan belaskasih Tuhan. Namun ternyata, bukan hanya karena Zakharia telah menikmati yang indah dan mulia, tetapi terlebih-lebih karena:
'Allah melawat umatNya',  sebab tidak cukup bagiNya untuk mengungkapkan cinta hanya dengan menyapa, Allah hendak datang sendiri dan tinggal di tengah-tengah umatNya.
'Ia membawa kelepasan baginya', terlebih tentunya  kelepasan dari kuasa dosa
Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, -- seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus – . Tanduk keselamatan inilah yang akan memimpin keturunan Israel. Dia akan berjalan di muka menghantar umat Israel, sebagaimna telah jauh-jauh telah dinubuat oleh para nabi.
Apakah nubuat Zakharia ini menegaskan kembali apa yang dikemukakan dalam kitab Samuel, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi? Benar, tidak salah! Namun, yang dimaksudkan adalah Israel baru, yakni mereka orang-orang yang mau dikendalikan dan dipimpin oleh Pewaris takhta Daud, sang Immanuel!
Semuanya itu dilakukan Allah 'untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita', sehingga seluruh umatNya dapat hidup dengan amat dan tenteram; dan juga 'untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham, bapa leluhur kita'. Allah hendak memenuhi janjiNya yang telah diucapkan kepada leluhur kita; Allah hendak mengungkapkan cintaNya. Sekali lagi, semuanya hendak dilakukan Allah 'supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita'.
'Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi', lanjut Zakharia tentang tugas perutusan anaknya. Dia, anaknya itu, akan menjadi nabi 'yang akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya', sebab Dia yang ditunggu-tunggu sudah dekat dan segera datang; anaknya hanya akan membuka jalan; tugas perutusannya anaknya adalah juga'untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka'. Semua orang diundang untuk berani bertobat dan bertobat, agar layak menyambut sang Mesias yang akan datang. Anaknya yang hendak lahir itu benar-benar datang dan mempersiapkan umat Allah untuk menyambut kehadiran sang Immanuel.
Sebagaimana kehendak Allah, dan 'karena rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, Ia, sang Mesias Putera Allah yang hidup, akan melawat kita, Dialah Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera'.
Natal sudah di ambang pintu, kita sambut Dia yang akan datang!
 
 
 
Oratio :
 
Yesus  Kristus, kesemarakan kelahiranMu mendekati sudah. Semoga perayaan Natal kali ini semakin membuat kami membiarkan Engkau tinggal di tengah-tengah kami. Datanglah ya Yesus, kami hendak menyambutMu.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Beranikah aku menjadi nabi Tuhan dalam kehidpan sehari-hari.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening