Selasa Adven II

6 Desember 2011
Yes 40: 1-11  +  Mzm 96  +  Mat 18: 12-14
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari bersabdalah Yesus: "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."
 
 
Meditatio :
'Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.
Penegasan Yesus ini menyatakan  bahwa Allah menghendaki semua orang beroleh selamat.  Allah tidak menghendaki umatNya binasa. Dan inilah yang disadari Yesus sungguh-sungguh dalam tugas perutusanNya bahwa Dia ingin mencari yang hilang. Dia tidak mencari-cari orang-orang  yang sudah baik dan benar hidupnya, melainkan mereka yang jatuh dalam dosa diajak dan dirangkulNya kembali (Mat 9: 10-12). Allah itu penuh kasih; dalam diri Yesus 'Ia seperti seorang gembala menggembalakan kawanan ternakNya dan menghimpunkannya dengan tanganNya; anak-anak domba dipangkuNya, induk-induk domba dituntunNya dengan hati-hati', sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi.
Caci maki dan umpatan diterimaNya, ketika Dia menerima orang-orang berdosa dan terbuang. Mereka semua mengumpat dan berceloteh karena memang tidak mengetahui dan tidak mengerti kehendak dan kemauan Tuhan. Yesus amat memahami keterbatasan kemampuan umatNya.  Demikian juga, celoteh dan kritikan sesame kepada kita memang belum tentu mereka itu membenci dan tidak senang kepada kita. Mereka memberi komentar, karena mereka itu tidak mengerti maksud dan kemauan kita. Namun sebaliknya, janganlah  kita cepat berkomentar jelek terhadap orang lain, kalau memang tidak mengetahui maksud dan kemauan sesame kita.
Kemauan Allah yang hendak menyelamatkan umatNya dilukiskan dalam perumpamaan ini: 'jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat'.
Allah begitu memahami keterbatasan umatNya. Allah bertindak demikian, karena 'kita umat manusia itu seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafasNya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya'.  Manusia hidup hanya bergatung pada kasih Allah. Manusia tidak bisa hidup dan berkembang di luar kasih Allah.
Demikian juga kiranya, mengingat kelemahan kita dalam mengusahan keselamatan, amat baiklah kalau kita berharap dan berharap kepada Dia, yang memang  adalah Empunya kehidupan dan keselamatan ini. Adven mengingatkan kelemahan dan keterbatasan kita, sekaligus mengajak kita menaruh harapan hanya kepada sang Empunya kehidupan ini yang memang akan datang kembali di akhir jaman. Berkat sakramen baptis dan partisipasi dalam Tubuh dan DarahNya, kita tercatat sebagai anggota KerajaanNya (DSA 7), maka baiklah kita nikmati modal dan bekal ini  untuk semakin berharap kepadaNya dan merindukan kehadiranNya.
 
 
Oratio :
 
 Ya Yesus Kristus, Engkau datang hanya ingin menyelamatkan kami, karena mamang Engkau tidak menghendaki kami binasa. Buatlah kami ya Yesus, untuk berani datang kepadaMu, karena memang kami pun juga merindukan keselamatan abadi; dan janganlah Engkau memperhitungkan segala dosa dan kesalahan kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening