Senin Adven II

5 Desember 2011
Yes 35: 1-10  +  Mzm 85  +  Luk 5: 17-26
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."
 
 
Meditatio :
'Hai saudara, dosamu sudah diampuni'.
Kata Yesus kepada orang-orang yang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur. Usaha mereka amat dibanggakan. Karena banyaknya orang di situ, mereka membongkar atap rumah dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Yang mendapatkan berkat memang orang lumpuh itu, tetapi itu semua berkat usaha sahabat-sahabatnya.Kegigihan orang dalam mencarikan kesembuhan bagi saudaranya adalah ungkapan iman seseorang kepada Yang Ilahi. Bukankah demikian juga sang perwira Roma yang mencari Yesus hanya untuk mencarikan kesembuhan bagi hambanya?
Ucapan Yesus ini menggegerkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Sebab 'siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'. Bukankah Orang ini Anak tukang kayu, orang Nazaret itu. Bolehlah Dia mampu menyembuhkan banyak orang, karena Tuhan berkarya dalam dirinya, tetapi bagaimana mungkin Dia berani-beraninya mengampuni? Terkutuklah Dia ini!
'Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?', kata Yesus. 'Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, dan berjalanlah?'. Dengan berani mengampuni berarti Yesus mempunyai kuasa yang lebih besar daripada orang-orang selama ini yang pernah dan memang hanya tampil menyembuhkan pelbagai penyakit.  Tidaklah demikian dengan Orang Nazaret ini. Dia berani mengampuni. Dia mampu mengampuni karena memang Yesus Kristus adalah Allah. 'Hendaknya  kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa', tegas Yesus. Pengampunan dosa lebih penting dinikmati oleh seseorang yang menderita. Ketidakberdayaan seseorang tidak mampu membuat orang tersebut melakukan segala sesuatu. Pengampunan dan kebersihan diri dari segala dosa akan membuat seseorang layak mendapatkan keselamatan. Pengampunan memampukan seorang yang sakit mendapatkan keselamatan. Keselamatan lebih bernilai dan lebih mulia daripada kesembuhan.
'Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', sambung Yesus kepada orang itu. Iman menyelamatkan jiwa seseorang! Orang lumpuh itu pun bangun, mengangkat tempat tidurnya, lalu pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang yang ada disitu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: 'hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan'.
'Hendaknya  kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Penegasan Yesus sungguh-sungguh memberikan sukacita dan damai. Bagaimana tidak; Dia datang tidak hanya membawa kegembiraan insane, tetapi terlebih-lebih sukacita rohani. Kiranya bacaan pertama juga memberikan penegasan kepada kita bahwasannya Dia yang dinantikan banyak orang itu sungguh-sungguh membawa sukacita bagi semua orang. 'Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu! Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh'.
 
 
Oratio :
 
 Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami dalam setiap perjalanan hidup kami, sebab kami percaya kepadaMu. Tuhan berkatilah kami elalau.  Amin.
 
 
Contemplatio :
            'Hendaknya  kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening