Senin Adven III

12 Desember 2011
Bil 24: 2-7  +  Mzm 25  +  Mat 21: 23-27
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?"
Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."
 
 
 
Meditatio :
'Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu'.
Lucu kali Injil hari ini. Yesus tidak mau menjawab pertanyaan imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi, yang menanyakan: 'dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepadaMu?'. Yesus tidak mau menjawab, karena mereka  tidak mau terlebih dahulu menjawab pertanyaan yang diajukanNya kepada mereka, yakni: 'Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepadaKu, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?'.
Mereka tidak berani menjawab, karena pertanyaan itu berkenaan dan menohok sikap mereka selama ini. 'Jikalau kita katakan: dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi'. Selama ini mereka tidak menaruh perhatian kepada Yohanes Pembaptis yang memang adalah Elia baru, sebagaimana kita renungkan hari Sabtu kemarin (Mat 17: 10-13). Mereka bangga dan kagum akan Elia, tetapi ketika 'Elia sungguh-sungguh datang dan mengunjungi mereka, mereka tidak mengenalnya, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka'.
Apakah Yesus ngambek?  Tidak! Bukannya saya membela Yesus, buat apa membela Tuhan!  Tuhan Yesus malahan yang membela kita. Yesus tidak menjawab, karena tidak ada gunanya menjawab mereka, karena memang sebenarnya mereka sudah tahu siapakah Elia dan siapakah Mesias yang akan datang itu, tetapi mereka mengabaikanNya. Karena ketegaran hati merekalah penyebabnya,  dan terlebih kedatangan Elia dan Mesias tidak sesuai dengan gambaran dan keinginan mereka. Mereka pun tidak jujur! Mereka mempunyai patrun hidup Elia dan Mesias, yang harus memuaskan keinginan mereka. Kalau saja Elia baru, mereka lawan dan mereka tolak, apalagi Anak Manusia, 'Dia akan menderita juga oleh mereka'.
Gambaran mereka akan Elia, dan terlebih tentang Mesias yang akan datang, bukannya tidak berdasar. Keinginan mereka berlandaskan nubuat-nubuat dalam Kitab Suci. Mereka yang akan datang itu amat diharapkan sesuai dan tidak ubahnya dengan para pahlawan yang akan membangkitkan takhta Daud bapa leluhurnya. Salah satu gambaran itu dilukiskan oleh Bileam dalam bacaan pertama tadi, bahwasannya: 'aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set'.
Apakah kita juga akan selalu bertanya: 'dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal yang luar biasa, dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepadaMu' kepada Yesus? Saya kira tidak! Karena memang kita sudah mengenal baik siapakah Yesus itu, bahkan kita telah menerima anugerah terindah, yakni keselamatan hidup abadi berkat kematian dan kebangkitanNya. Namun kiranya semakin kita kuatkan pengharapan kita akan datangNya Dia yang berkuasa atas hidup ini dan membawa mahkota keselamatan. Dia akan datang lagi dalam kemuliaan.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, semoga kami dengan setia merindukan kedaanganMu yang membawa mahkota keselamatan. Kami merindukannya ya Tuhan Yesus, karena kami ingin selalu bersamaMu di manapun Engkau berada.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Engkaulah Mesias yang datang ke dalam dunia.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening