Hari Raya Penampakan Tuhan 8 Januari 2012

Yes 60: 1-6  +  Ef 3: 2-6  +  Mat 2: 1-12
 
 
 
 
Lectio :
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia."
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
 
 
 
 
Meditatio :
'Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia'.
Sebuah pertanyaan yang dilontarkan orang-orang Majus dari Timur kepada raja Herodes. Gemparlah seluruh Yerusalem dengan pertanyaan itu, terutama sang raja. Ada Raja orang Yahudi yang baru lahir? Dia bukan putra mahkota, Dia adalah seorang Raja!   Anehnya, orang-orang luar bangsa Yahudi yang mengetahuiNya. Adakah sebuah kekuatan tersembunyi, yang maha dashyat dan menggoncangkan, yang akan muncul dari tengah-tengah Israel?
Benarkah kata-kata mereka, bahwa ada Raja yang baru dilahirkan?
Benar! Sahut imam-imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi. Sengaja ditanyakan hal itu, bukan kepada para politikus atau bangsawan yang memang berkecimpung dalam dunia politik; tidak diajukan pertanyaan kepada mereka, karena tak jarang mereka ini ternyata hanya memikirkan harta dan kuasa bagi diri sendiri dan partainya, mereka kurang bijak dan memikirkan persoalan-persoalan sekarang semata, mereka tidak mempunyai visi demi keadilan dan damai bagi bangsanya. Pertanyaan diajukan kepada imam-imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, karena mereka pasti mempelajari nubuat para nabi. Mesias memang dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, sebagaimana nubuat para nabi: 'hai engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel'. Mesias sudah datang dan ada di tengah-tengah kita!
'Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu', sahut Herodes dengan sigap dan merendah, 'segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia'.  Bahasa halus dan menarik hati yang dikemukakan Herodes, sang penguasa tunggal; dan memang begitulah seringkali bahasa orang-orang yang duduk dalam pemerintahan, halus dan santun tapi penuh kepalsuan dan kebohongan; mereka sepertinya mau melayani, tetapi malahan minta dilayani dan dibayari. 'Karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain'. Ini kehendak Tuhan, yang memang  tahu benar isi hati manusia, yang mengenal bahasa manusia herodian.
'Lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur'.
Segala yang dilakukan ketiga orang Majus dari Timur adalah kehendak Tuhan sendiri, sebagaimana dinubuatkan oleh Yesaya dalam bacaan pertama tadi, bahwasannya kelahiran sang Raja orang Yahudi di Betlehem adalah 'terang dan kemuliaan TUHAN yang terbit atas bangsa-bangsa; para raja dan bangsa-bangsa berduyun-duyun akan datang kepada Terang itu.  Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN'.
Namun lebih jauh dari itu, kedatangan orang-orang Majus dari Timur hendak menyatakan bahwa 'orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus'. Keselamatan adalah kehendak Allah kepada segala bangsa, kepada seluruh umat manusia. Orang-orang Israel dan Samaria tidak pantas lagi mengklaim bahwa keselamatan hanya ada dalam diri mereka, keselamatan diberikan oleh Allah kepada segala bangsa di dunia. Malahan sebaliknya orang-orang yang merasa bahwa dalam komunitasnya ada keselamatan, harus berani membagikannya kepada sesame, bukannya menarik semua orang masuk dalam komunitasnya, melainkan membagikan keselamatan itu. Kehendak Allah adalah keselamatan umat manusia, dan bukannya masuk dalam sebuah komunitas!
Sungguh, kehendak Allah adalah agar seluruh umat manusia selamat, dan bukannya tenggelam dalam komunitas. 'Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga', tegas Yesus (Mat 5: 16).
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, hari ini kami boleh merayakan hari raya penampakanMu kepada segala bangsa. Hari ini menunjukkan kehendakMu agar semua orang beroleh keselamatan. Kiranya kami semakin menyadari bahwa Engkau memanggil kami, agar kami beroleh selamat, dan Engkau pun mengundang kami untuk berbagi kasih dan keselamatan itu.
Ya Tuhan Yesus, semoga semua bangsa semakin mengenal Engkau, sang Empunya kehidupan. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Semua orang, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening