Jumat Masa Biasa I, 13 Januari 2012

1Sam 8:  4-22  +  Mzm 89 +  Mrk 2: 1-12
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari datanglah kembali Yesus ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."
 
 
 
 
Meditatio :
'Hai anakKu, dosamu sudah diampuni!'.
Sebuah komentar pertama yang diberikan Yesus kepada seorang lumpuh, yang diturunkan dari atap rumah, karena memang mereka empat orang yang menggotongnya mengalami kesulitan untuk membawa dia, berhubung banyaknya orang yang berkerumun di muka pintu rumah, tempat di mana Yesus mengajar. Melihat usaha ke empat orang yang menggotong dan orang lumpuh itu sendiri, yang memang disertai iman yang kuat untuk berjumpa dengan diriNya, Yesus meneguhkan mereka dengan berkata orang yang sakit itu: 'hai anakKu, dosamu sudah diampuni!'.
Gemparlah orang-orang yang mendengarNya, terlebih memang mereka ahli-ahli Taurat. Mereka merasa gerah, karena memang mereka adalah orang-orang ahli Kitab Suci, mereka mempunyai banyak pengetahuan tentang Allah. 'Mengapa Orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?', soal mereka. Pertanyaan mereka sungguh benar, dan memang wajar bertanya demikian. Sebuah pertanyaan yang patut dihargai. Mereka berhak bertanya. Mereka merasa perlu membela Allah.  Sebab memang hanya Allah yang berkuasa mengampuni, karena hanya Allah yang menyelamatkan. Siapakah Orang yang memang tidak termasuk dalam kalangan suci, kalangan orang-orang yang mengenal Allah, berani mengatakan kata-kata berkat, sebagaimana Allah lakukan? Terkutuklah orang-orang yang berani mengampuni!
Yesus yang mengetahui dalam hatiNya, bahwa mereka berpikir demikian, membuka wacana baru bagi mereka dan berkata: 'mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Inilah penegasan Yesus. Dia menyampaikan kebenaran ilahi. Dia menyatakan tugas perutusan yang diembanNya. Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia. Yesus adalah Anak Manusia. Dialah Allah yang datang ke dunia, bukan untuk menyembuhkan orang-orang sakit atau mengusir setan. Dia datang bukan untuk mengadakan mukjizat. Semuanya itu memang bisa dikerjakanNya, tetapi tugas pertama dan utama adalah menyelamatkan. Dia menguduskan umatNya, Dia mengampuni dosa dan kesalahan umat yang dikasihiNya, karena memang hanya orang-orang yang bebas dari kuasa dosa dapat menikmati kehidupan abadi.
Kiranya Injil hari ini semakin membuat kita untuk berani berpasrah kepada Tuhan Yesus, karena memang Dia sungguh Allah yang menyelamatkan. Dia menyucikan dan menguduskan kita. Dengan penegasan ini, Yesus mengundang kita untuk semakin berani percaya dan percaya kepadaNya, karena Dia bukannya menghukum orang-orang berdosa, melainkan mengajaknya kembali dan melimpahkan berkatNya. Itulah pengalaman orang kusta tadi. Sungguh berkebalikan dengan kemauan umat Israel yang ingin melepaskan diri dari bimbingan dan penyertaan Tuhan, sebagaimanadiceritakan dalam bacaan pertama. Tuhan menyadari bahwa dengan menghendaki  seorang raja di tengah-tengah umatNya berarti 'mereka menolak Aku, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka'. Umat milik Allah seharusnya Allah yang menjadi Penguasa dan Pemilik mereka. Allah adalah satu-satunya Raja mereka, dan malahan Dialah yang harus dicari dan diandalkan bantuanNya, sebagaimana dilakukan orang lumpuh itu.  Allah yang harus kita cari!
'Kepadamu Kukatakan', tegas Yesus kepada orang lumpuh itu, 'bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'. Orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Semua orang yang ada di sekitarnya itu merasa takjub, lalu memuliakan Allah, katanya: 'Yang begini belum pernah kita lihat'.
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berani datang kepadaMu, memohon belaskasihMu dan merundukkan diri di hadapanMu, sang Empunya kehidupan.
Yesus, limpahkan penghiburan dan kesembuhan bagi saudara-saudari yang sampai hari ini harus banyak berbaring karena sakit. Semoga mereka tetap menaruh harapannya hanya kepadaMu, sehingga mereka merasakan pendampingan dan penyertaanMu dalam memanggul salib kehidupannya yang berat.  Amin.
 
 
Contemplatio :
            'Di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening