Jumat Masa Biasa II, 20 Januari 2012

1Sam 24: 3-21  +  Mzm 57 +  Mrk 3: 13-19
 
 
 
 
Lectio :
Pada suatu kali Yesus naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
 
 
 
 
Meditatio :
'Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan'.
Apakah jelas penyampaian Markus kepada kita hari ini? Tentunya tidak! Namun kiranya ada dua tugas utama dari kedua belas orang yang dikehendakiNya yakni: menyertai Yesus dan  diutusNya memberitakan Injil; mereka pun diberiNya kuasa untuk mengusir setan dalam tugas perutusanNya itu.
Kapan tugas itu dimulai? Sekarang ini, semenjak mereka dipanggilNya. Sebab menyertai Dia, berarti mengikuti Dia dan tinggal bersama dengan Dia. Ketika dipanggil, mereka langsung datang, 'dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia' (Yoh 1: 39). Sebab bagaimana mereka dapat siap diutus mewartakan Injil, bila memang mereka tidak pernah tinggal bersamaNya, tidak hidup bersama dengan Dia, tidak mendengarkan InjilNya dan tidak mengenal Dia terlebih dahulu. Hanya orang-orang, yang pernah ada bersama Yesus, mampu dan siap sedia mewartakan Injil.  Nemo dat quod non habet (Latin: yang tidak mempunyai tak bisa memberi). Dengan demikian, tugas perutusan seorang murid dalam karya pewartaan tidaklah dimulai ketika dia pergi dan meninggalkan rumahnya, melainkan semenjak dia mengamini panggilanNya dan mau tinggal ada bersama Yesus.
Kedua belas orang yang ditetapkanNya itu ialah: Simon, Yakobus, Yohanes, Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas; dengan catatan: Simon, yang diberiNya nama Petrus, Yakobus dan Yohanes, keduanya anak Zebedeus  dan diberiNya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, Yakobus anak Alfeus,  Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. Duabelas orang yang dipilihNya, dan enam orang diberi catatan khusus, terlebih dua bersaudara: Yakobus dan Yohanes, yang disebut keterangan paling mendetail.
Saul dan Daud adalah dua orang terpilih oleh Tuhan. Keduanya juga mempunyai catatan. Saul adalah 'seorang raja dan dia adalah seorang yang diurapi TUHAN', dan hal ini disadari sungguh oleh Daud, maka dia tidak berani menjamahnya secara sembarangan, walau dia sempat memotong punca jubah Saul, dan bila mau, Daud mempunyai kesempatan untuk membunuhnya; Daud berteriak: 'aku tidak membunuh engkau, tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau'. Daud adalah seseorang yang tahu menempatkan diri di hadapan Tuhan dan sesamanya.
Kita adalah orang-orang yang dipilih dan dikasihi Tuhan Yesus; dan tak dapat disangkal, tentunya kitapun juga mempunyai  banyak catatan di hadapan Tuhan dan sesame. Kita pasti tahu dengan baik isi catatan yang kita miliki dan itu pasti diketahui Tuhan, kita harus berani menyadari dan mengakuinya. Kiranya kita tidak berhenti pada catatan-catatan itu; seperti para murid tadi, kita pun diundang oleh Yesus untuk menyertai Dia, tinggal bersama dengan Dia, hidup dan belajar mengenal Dia, agar kita menjadi orang-orang yang memang siap mewartakan kabar sukacita ilahi kepada setiap orang. Sebab memang, sebagaimana dikidungkan dalam Mazmur Tanggapan tadi, 'kasih setia Tuhan sungguh besar sampai ke langit, dan kebenaranNya sampai ke awan-awan' (Mzm 57). Ia tidak memperhitungkan segala dosa, kesalahan dan kelemahan kita umatNya. Sebagaimana Daud yang bisa merasakan peluang dan kasih Tuhan kepada umatNya, demikian pula hendaknya. Kita diundang oleh Tuhan Yesus untuk tinggal bersama Dia dan menyampaikan kabar sukacitaNya.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau mahakasih dan pemurah. Engkau tidak memperhitungkan kelemahan dan catatan-catatan yang dimiliki para muridMu, Engkau tetap mengundang dan mengundang mereka. Engkaupun juga mengundang kami; limpahilah kami dengan rahmatMu, agar kami semakin berani menikmati undangan dan tinggal bersamaMu selalu.
Ya Tuhan Bapa di surge, semoga Engkau melimpahkan juga rahmat kesatuan dan persatuan kepada seluruh umat kristiani. Semoga berkat sabdaMu, kami semua, GerejaMu yang satu dan kudus, semakin mampu menjadi sakramen keselamatan bagi dunia. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Yesus pun mengundang kita untuk menyertai Dia dan untuk diutusNya memberitakan Injil.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening