Kamis Masa Biasa III , 26 Januari 2012

2Tim 1: 1-8  +  Mzm 96  +  Mrk 4: 21-25
 
 
 
 
Lectio :
Pada saat itu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
 
 
 
Meditatio :
Ada dua hal yang hendak disampaikan Yesus kepada kita. Pertama, 'orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian'. Secara otomatis orang akan meletakan pelita di tempat yang bisa ditangkap banyak orang; karena memang pelita itu diperuntukan membawa sinar bagi apa saja yang ada di sekitarnya. Dari buahnya kita dapat menangkap pohonnya. Demikian dalam kebersamaan hidup, kebaikan dan kejahatan seseorang akan diketahui juga oleh sesamanya. Dalam kebersamaan hidup kita akan mengenal orang lain. Semakin sering kita berkomunikasi, kita akan saling mengenal,  'Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap'. Inilah memang konsekuensi dalam hidup bersama, dan tak seorang pun mampu hidup seorang diri.
          Hanya saja kita harus sabar dalam perjalanan waktu. Pengenalan kita terhadap orang lain akan berjalan dalam peredaran waktu. Sifat pribadi seseorang yang menutup diri dan tidak mau diketahui orang lain, itulah yang sering menjadi biang keladinya. Sikap menutup diri ini apakah sebuah tindakan yang salah? Tidak!  Setiap orang berhak mempunyai rahasia pribadi, setiap orang berhak mempunyai hati yang memang tidak mampu diketahui oleh sesamanya. Gajah akan meninggalkan gading, dan manusia akan meninggalkan nama.
          Namun demikian, Paulus dalam bacaan pertama tadi malahan semakin mengajak setiap orang untuk berani memberi dan memberi, karena memang anugerah Tuhan yang telah terlebih dahulu diterimanya. Paulus bangga akan iman kepercayaan Timotius, anaknya,  yang tumbuh dan berkembang; 'imannya yang tulus ikhlas',  suatu warisan iman keluarga, 'iman yang pertama-tama hidup di dalam nenek Lois dan di dalam ibu Eunike', dinikmati oleh Timotius. Berdasar anugerah indah ini, Timotius diminta 'untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padanya, sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban; bersaksilah tentang Tuhan kita, dan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah'. Pesan kepada Timotius ini juga disampaikan kepada kita yang memang telah banyak menerima dan menikmati kebaikan Tuhan.
          Kedua, 'ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu'. Inilah juga resiko dari hidup bersama. Inilah hokum keadilan: apa yang kita perbuat kepada sesame, juga akan dikenakan orang lain kepada kita. Keramahtamaan seseorang akan mendatangkan banyak sahabat baginya. Dalam kebersamaan hidup berlaku hokum balas budi. Itu tidak dapat dielakkan. Orang yang menyembunyikan diri dan tidak pernah mengulurkan tangan atau pun menebarkan senyum kepada sesame, janganlah dia berharap mendapatkan bantuan dan sapaan dari sesamanya.
          Namun tidaklah demikian dalam persahabatan dengan dan dalam Tuhan Yesus Kristus sang Empunya kehidupan, sebab bukan ukuran yang kita pakai akan diukurkan kepada kita oleh Yesus, sebaliknya ada banyak hal yang  'akan ditambah lagi kepada kita'.  Semuanya ini karena sikap Tuhan yang penuh kasih dan mahamurah. Karena pergaulan kita dengan Tuhan Yesus, seseorang 'yang mempunyai, kepadanya akan diberi', tetapi tidak dapat disangkal  'siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya', yang sebenarnya bukan kemauan Tuhan Yesus, melainkan karena keinginan seseorang yang tidak mau mengembangkan kepercayaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Ingat perumpamaan tentang talenta (Mat 25: 29).
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu atas segala anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami. Semoga anugerah pemberianMu itu membuat kami murah hati kepada sesame sebagaimana Engkau sendiri murah hati kepada kami.  Yesus, Engkau telah membuat kami menjadi orang-orang yang berkelimpahan dalam kasih.
Santo Timotius dan Titus, doakanlah kami.
 
 
Contemplatio :
'Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening