Pesta Pembaptisan Yesus, 9 Januari 2012

Yes 55: 1-11  +  Mzm  +  Mrk 1: 7-11
 
 
 
 
Lectio :
Inilah yang diberitakan Yohanes Pembaptis: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
 
 
 
 
Meditatio :
'Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus'.
Penegasan Yohanes menyatakan bahwa memang baptisan yang diberikannya tidaklah seagung dan mulia dengan baptisan yang dilimpahkan oleh Dia yang akan datang, yakni Mesias, sang Raja yang baru kita rayakan kemarin penampakkanNya kepada bangsa-bangsa. Namun tak dapat disangkal Dia, yang agung mau merundukkan diri pada aturan yang diminta oleh Bapa, agar semua orang mau 'meluruskan jalan' bagi Dia yang akan datang. Sang Mesias mau merundukkan diri, karena memang Dia sungguh-sungguh Allah yang menjadi Manusia dan hidup dalam aliran ruang dan waktu yang dihidupi umat yang dikasihiNya. 'Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah' (Mat 3: 15), tegas Yesus guna mengyakinkan Yohanes, yang diminta membaptis diriNya.
Pembaptisan Yesus menyadarkan kita semua bahwa kemauan Tuhan sulit dimengerti oleh umatNya, termasuk oleh Yohanes, seorang nabi yang diutusNya. Yesaya dalam bacaan pertama mengingatkan kita:  'rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu'. Semuanya harus terjadi, karena demi kehidupan dan keselamatan umat yang dikasihiNya. 'Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya'. Tuhan Allah Bapa yang mahakuasa tidak pernah mengulur-ulur waktu.
Allah disiplin berjalan dalam ruang dan waktu. Amat disayangkan kalau kita umatNya tidak disiplin dalam menggunakan waktu. Allah mau merundukkan diri dalam aliran waktu, walau Dia tetap menguasai waktu. Kita pun diberi kemampuan untuk membagi waktu guna menikmatinya.
 'Pada saat Ia keluar dari air, Yesus melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya'. Surge digambarkan terletak mengatasi langit, karena memang surge bukanlah tempat kosong yang hanya dipenuhi udara. Surge adalah tempat Bapa sang Empunya kehidupan bertakhta mulia. Di sanalah seluruh bangsa kelak akan berkumpul dan bersatu, memuji dan memuliakan Allah: Gloria in exelcis Deo, ad in terra pax hominibus bone voluntatis.  Saat itulah terdengarlah suara dari sorga: 'Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan'. Hanya kepada Anak Manusia inilah Allah Bapa berkenan, bukan kepada para malaikat, bukan kepada para nabiNya.  Kalau dahulu Dia menyampaikan sabdaNya dengan perantaraan para nabiNya, sekarang ini Dia menyampaikan sabda dan kehendakNya sendiri melalui AnakNya yang menjadi Manusia.
Pembaptisan Yesus menunjukkan kepada kita bahwa bahwa kemuliaan Allah ditampakkan dalam kerendahan hati seorang Anak Manusia. Dia datang ke dunia tetapi tidak menuntut hak yang seharusnya Dia nikmati dan Dia terima (Fil 2: 6-7). Dia lebih agung dan mulia dari Yohanes, tetapi Dia berkemauan untuk menerima baptisan Yohanes, karena memang Dia mau merendahkan diri dan bukan minta ditinggikan.
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau menerima baptisan Yesus karena Engkau memang mau merundukkan diri di hadapan manusia. Kiranya peristiwa pembaptisanMu membuat kami semakin berani berbagi perhatian kepada sesame, karena Engkau sendiri mengajari kami: barang siapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan.
Yesus, dampingilah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'RancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening