Rabu Masa Biasa II, 18 Januari 2012

1Sam 17: 32-51  +  Mzm 144 +  Mrk 3: 1-6
 
 
 
 
Lectio :
Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
 
 
 
 
Meditatio :
'Nyareh margeh'
Komentar saya membaca Injil hari ini. Yesus 'nyareh margeh' (Bangkalan: cari gara-gara) terhadap orang-orang yang mengikutiNya. Itulah yang dilakukan Yesus di hari Sabat, ketika dilihatNya di rumah ibadat ada seorang yang mati sebelah tangannya. Yesus memang tahu bahwa banyak orang mengamat-amati diriNya; dan memang orang-orang Farisi mengamati Dia, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 'Nyareh margeh'  ada baiknya memang kita lakukan untuk membongkar kemapanan atau mengobrak-abrik orang-orang yang merasa berkuasa dan mencari menangnya sendiri; dan sebaliknya juga, hendaknya kita berani memahami bila ada orang  sedang 'nyareh margeh', kita amati dan teliti apa maksud baiknya.  Kita lihat segala tindakan sesame kita dalam kacamata positif, positif thinking, kayanya. Apakah tindakan 'nyareh margeh' mereka itu salah?   Ya jelas, tapi membawa hasil dan berdayaguna. Yesus saja melakukan!     
Hendaknya kita berani bertindak seperti Yesus: melawan dan menantang arus. Ketidakberanian seseorang bertindak akan menenggelamkan maksud baik diri sendiri, malahan tak jarang banyak orang mengambil keuntungan dan memanfaatkan kebaikan yang dibuat seseorang. Janganlah kita menggerutu sendiri bila memang tak berani 'nyareh margeh'.
Keberanian Yesus yang membongkar kemapanan dan kekuasaan tidak ubahnya diceritakan dalam bacaan pertama tadi, yang mana Daud sebagai anak muda yang tak berpengalaman hendak membongkar kekuasaan orang Filistin. Perlawanan Daud dimaksudkan, 'supaya segenap jemaah ini tahu bahwa TUHAN menyelamatkan, bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing'. Kehadiran dan gerak langkah Yesus itu sungguh-sungguh Allah menyelamatkan. Dalam arti ini, tindakan 'nyareh margeh'  bukanlah perbuatan bodoh, tanpa dipikir panjang dan diolah, melainkan sebuh tindakan yang memberikan gertakan kepada banyak orang untuk berani membuka mata terhadap kenyataan sekitar. Tak jarang, Yesus membuka mata banyak orang bahwa Dia Allah yang hidup hadir di tengah-tengah umatNya.
 'Mari, berdirilah di tengah!', kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu; dan Yesus pun menantang orang-orang yang mengikutiNya: 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'. Tidak seorang pun yang berani menjawab. Tantangan Yesus membongkar otorian budaya. Sikap diam kaum Farisi  selama ini telah membunuh banyak orang dan menghalang-halangi orang-orang mencari kebenaran. Egoisme yang memang telah menduduki kursi Musa, mereka gunakan untuk membungkam sesamanya.
Yesus berdukacita karena kedegilan mereka, dan dengan marah Ia memandang sekelilingNya, lalu Ia berkata kepada orang itu: 'ulurkanlah tanganmu!'; dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Inilah kehidupan: menarik nafas meneruskan kehidupan, menarik Yesus menikmati kehidupan.
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia, yang memang secara sengaja 'nyareh margeh'. Yesus memang berhadapan dengan keras dan diamnya batu, yang memang tidak berani bersuara di hadapan dengan sang Kebenaran itu sendiri. Perbuatan baik memang tidak selalu dibalas kebaikan.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus,  Engkau membongkar kemampanan dan kekuasaan yang meredam banyak orang untuk mencari kebenaran dan keselamatan. Tipuan-tipuan rohani sempat digunakan orang-orang Farisi untuk membungkam orang-orang yang ingin mengenal Engkau.  Ya Tuhan Yesus, ingatkan kami untuk tidak bertindak seperti orang-orang Farisi, malahan sebaliknya mengajak setiap orang untuk berani melakukan kebaikan, seperti yang Engkau lakukan sendiri.
Ya Tuhan Bapa di surge, semoga Engkau melimpahkan juga rahmat kesatuan dan persatuan kepada seluruh umat kristiani. Semoga berkat sabdaMu, kami semua, GerejaMu yang satu dan kudus, semakin mampu menjadi sakramen keselamatan bagi dunia. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening