Rabu Masa Biasa IV, 1 Februari 2012

2Sam 24: 9-17  +  Mzm 32  +  Mrk 6: 1-6
 
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yesus berangkat dari suatu tempat dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
 
 
 
Meditatio :
'Mereka kecewa dan menolak Dia'
Beberapa hari ini disodorkan kepada kita pengalaman Yesus yang mengajar dengan penuh kuasa dan mengadakan aneka mukjizat. Semua orang dibuatNya takjub. 'Dari mana diperolehNya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepadaNya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tanganNya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudaraNya yang perempuan ada bersama kita?'. Namun sayangnya ketidakmampuan mereka mengerti Yesus berbalik menjadi suatu perlawanan dan penolakan. Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Inilah memang sifat kita orang! Ketidakmampuan kita untuk mengerti kehendak Tuhan, dan segala keinginan kita yang tidak terpenuhi langsung menimbulkan gelombang perlawanan, penyangkalan dan penolakan terhadap kasih Tuhan. Seharusnya kelemahan seseorang dalam mengerti sesuatu menantangnya untuk mempelajari dan mempelajarinya. Ketidakmampuan dan ketidakberdayaan kita di hadapan Tuhan seharusnya membuat kita untuk semakin berani berpasrah dan berserah diri kepada Tuhan Yesus. Inilah yang harus kita latih hari demi hari: berserah diri kepada Tuhan Yesus karena memang kita adalah orang-orang yang lemah dan amat terbataslah kemampuan kita
'Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya'. Itulah komentar Yesus terhadap orang-orang yang menolakNya.  Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tanganNya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Ketidakpercayaan kepada Yesus merugikan kita sendiri yang memang mengharapkan bantuan dan pertolonganNya.
Keangkuhan Daud, yang kemudian disadarinya sebagai kelemahannya di hadapan Tuhan Allah, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, membuat dirinya berani merunduk di hadapan Tuhan sang Empunya kehidupan: 'sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayangNya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia. Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tanganMu menimpa aku dan kaum keluargaku'; Daud memang seorang pemberani yang berani mengaku kalah dan berserah, dan bukan bertindak sebagaimana dilakukan orang-orang kota, di mana Yesus berasal.
Kita adalah Gereja, umat Allah, yang berasal dan melanjutkan komunitas perdana yang dikomandani Yesus. Kiranya semakin kita pahami, bahwasannya: kita berasal dari komunitas Yesus, dan tentunya bukan dari tempat Yesus berasal.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus semoga semakin banyak orang yang terpaut kepadaMu, karena memang Engkaulah Penyelamat kami.  Engkau datang guna membebaskan kami dari kuasa dosa. Semoga keterbatan dan kelemahan kami yang kami rasakan setiap hari membuat kami semakin berani berpasrah kepadaMU.
Yesus, dampingilah secara khusus saudara-saudari kami yang begitu lemah imannya dalam berhadapan dengan Engkau. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening