Sabtu Masa Biasa I, 14 Januari 2012

1Sam 9:  1-4  +  Mzm 21 +  Mrk 2: 13-17
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
 
 
 
 
Meditatio :
'Ikutlah Aku!'.
Ajak Yesus kepada Lewi, anak Alfeus, yang sedang duduk-duduk di rumah cukai, dan dia pun langsung mengikutiNya. Yesus harus memanggil dan memanggil dia, tidaklah demikian orang-orang lainnya yang secara sengaja datang kepadaNya. Ada yang harus dipanggil, ada yang datang sendiri dengan rela. Itulah kehidupan.
Kemudian Yesus dan murid-muridNya bersama-sama makan di rumah orang itu,  banyak pemungut cukai dan orang berdosa ikut ambil bagian makan bersama-sama dengan Dia. Gemparlah peristiwa itu. Ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-muridNya: 'mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Sebab bagaimana mungkin Dia seorang Guru, yang memang dikagumi banyak orang, makan minum dengan mereka orang-orang berdosa? Dia bergaul dengan orang-orang yang tidak selevel dengan diriNya! Kadit neam, kata orang-orang Malang.
'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa', tegas Yesus kepada mereka semua. Yesus memang melakukan hal yang kontroversial. Dia tidak saja memanggil Lewi, si pemungut cukai, Dia malahan bergaul dan bercengkerama dengan mereka teman-temannya dan orang-orang berdosa. Makan bersama menandakan adanya kesatuan hati dan keakraban; begitulah yang dilakukan Yesus bersama dengan mereka. Inilah sikap Yesus yang sulit dimengerti banyak orang. Bila kemarin Dia hanya mengampuni dosa satu orang yang lumpuh, kini Dia mengampuni dan menerima baik mereka semua, orang-orang pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Sebagaimana Lewi, anak Alfeus, yang memang harus dipanggil supaya mengikutiNya, demikian juga Aku sekarang datang bukan untuk memanggil orang-orang benar, melainkan mereka orang-orang berdosa'.
Inilah kontroversi keselamatan. Pertama, mereka, yang mempunyai kemauan dan  kemampuan untuk datang, memang akan datang dengan sendirinya, tidak perlu pamrih, tetapi mereka yang lemah dan tak berdaya harus dipanggil, bahkan harus dipanggil berkali-kali, bukan dengan kekerasan, tetapi dengan kasih. Inilah yang dilakukan Yesus. Kedua, biasanya seseorang yang dipilih haruslah orang yang terbaik, sebagaimana pilihan terhadap Saul, yang diceritakan dalam bacaan pertama, dia 'seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya', seorang yang pantas dipilih menjadi raja, tetapi tidaklah demikian dengan pilihan Yesus. Dia memilih dan menaruh hati kepada para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, kaum yang terbuang dari tengah masyarakat.
Adanya kontroversi keselamatan mengingatkan kita, agar tidak lagi memaksakan kemauan kita kepada Tuhan. Pelbagai kasih karuniaNya, terlebih keselamatan, hanya terjadi dari pihak Allah. Kita tidak bisa memastikan, kita hanya mampu mengusulkan dan bermohon. Kebiasaan kita memaksakan kemauan diri di hadapan Allah akan membatasi diri kita sendiri dalam mengenal Dia yang adalah kasih. Allah itu baik dan sungguh baik, sebatas Dia memberi saya; itulah yang sering terjadi. Itulah iman kwetio medan.
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus Kristus, Engkau datang ke tengah-tengah kami, karena memang hendak menyelamatkan kami. Engkau merangkul dan memeluk kami, agar kami  semakin berpaut kepadaMu. Yesus, buatlah kami berani terus menikmati kasihMu, dan siap bertindak seperti Engkau yang memandang wajah dalam berbagi kasih.
 
 
Contemplatio :
Tuhan ampunilah segala dosaku
Tuhan kasihani hambaMu ini
Aku sungguh menyesal atas segala dosaku
Tuhan kasihanilah kami
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening