Sabtu Masa Biasa III, 28 Januari 2012

2Sam 12: 1-17  +  Mzm 51  +  Mrk 4: 35-41
 
 
 
 
Lectio :
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
 
 
 
 
Meditatio :
'Marilah kita bertolak ke seberang'.
Pinta Yesus kepada para muridNya; dan lihat, walau waktu hari sudah petang dan masih banyak orang masih mengerumuni mereka, para murid mengamini permintaanNya. 'Mereka meninggalkan orang banyak itu, lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia'. Mengapa mereka begitu langsung mengaminiNya? Apakah mereka sadar dan mengerti  sungguh akan pernyataan yang pernah disampaikan Yesus sendiri, bahwa 'Dia harus pergi ke pelbagai tempat, ke kota-kota, supaya di sana juga Dia memberitakan Injil, karena untuk itu Dia telah datang?' (Mrk 1: 38).
'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?'
Itulah teriakan para murid yang merasa gelisah dan gundah, karena Yesus begitu enaknya tenggelam dalam tidur di buritan di sebuah tilam, 'padahal taufan mengamuk dengan sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air'. Teriakan murid-muridNya membangunkan Dia. Namun sesungguhnya, apakah Yesus memang tertidur? Apakah Dia hanya berpura-pura? Apakah memang Yesus tidak mmepunyai kepekaan insane? Apakah mereka benar-benar akan tenggelam dan binasa, kalau memang mereka tidak membangunkan Yesus?
Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'diam! tenanglah!'. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Mukjizat itu sungguh nyata. Dia tidak hanya mampu memperganda roti; Dia tidak hanya mampu menyembuhkan banyak orang. Alam semesta pun takluk kepadaNya! 'Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepadaNya?', seruan penuh kekaguman dan ketakutan. 'Yang begini belum pernah kita lihat' (Mrk 2: 12).
'Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?', tegur Yesus kepada mereka. Sepertinya Yesus membiarkan diri tertidur. Dia membiarkan para muridNya untuk mengambil sikap dan tindakan yang pasti dalam menanggapi aneka problema kehidupan. Jika mereka menyadari siapakah Yesus dan mereka juga yakin bahwa Yesus ada bersama mereka, tidaklah akan terjadi kegelisahan dan ketakutan. Mereka takut akan taufan kehidupan, karena mereka tidak percaya kepada Yesus, sang Empunya kehidupan. 'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?',  adalah sebuah teriakan ketakutan orang-orang yang tidak percaya akan Yesus. Yesus ada bersama mereka, tetapi mereka tidak ada bersama Yesus.
Para murid adalah gambaran orang-orang yang tidak tahu berterimakasih. Mereka ada bersama Yesus, tetapi mereka tidak mempercayai dan menikmati kehadiranNya. Mereka itu adalah sahabat-sahabat Mempelai laki-laki, dan sang Mempelai laki-laki ada bersama mereka (Mat 9: 15), tetapi mereka tidak menikmati kehadiranNya, mereka sibuk dan mencari kepuasan dengan kepentingan diri sendiri. Mereka adalah sahabat-sahabat yang tidak mau dikendalikan oleh sang Mempelai laki-laki. Anugerah indah itulah yang juga tidak dinikmati oleh Daud, raja yang diurapiNya, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. 'Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul', beginilah firman TUHAN, Allah Israel, 'telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu. Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mataNya?'.  Daud tidak mau merasakan lagi bahwa Tuhan Allah ada bersamaNya, Allah selalu mendampinya, dan Allah siap menambah segala keperluannya. Namun semuanya itu tidak dipergunakan oleh Daud, malahan dia terang-terangan menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata Allah.
Ketidakpercayaan seseorang kepada Tuhan Yesus mendatangkan celaka bagi dirinya, bukan Tuhan yang memberikan celaka, melainkan karena memang dia tidak percaya bahwa Yesus mampu melakukan yang baik bagi dirinya.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau banyak memberikan sesuatu kepada kami, bahkan Engkau sering memanjakan kami dengan segala kebaikan dan belaskasihanMu. Ajarilah kami, ya Yesus, untuk berani menikmatiNya, dan semakin percaya kepadaMu.
Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang tahu berterima kasih. Amin.
 
Contemplatio :
          Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening