Sabtu Masa Natal, 7 Januari 2012

1Yoh 5: 14-21  +  Mzm 149  +  Yoh 2: 1-11
 
 
 
 
Lectio :
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
 
 
 
Meditatio :
'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!'.
Inilah permintaan Maria kepada para pelayan, supaya mentaati apa yang diperintahkan Yesus kepada mereka. Sebab Dia mampu membuat segala-galanya baik adanya. Inilah keyakinan Maria, keyakinan yang menjadi tumpuan untuk bertindak; dan keyakinan sejati itu memang selalau siap dimurnikan oleh Tuhan Allah sendiri. 'Mau apakah engkau dari padaKu, ibu? SaatKu belum tiba', tegas Yesus, namun sekaligus sebuah pemurnian oleh Tuhan sendiri terhadap orang-orang yang percaya kepadaNya. Maria tidak kuatir dengan pemurnian ilahi yang diterimanya; Maria tidak gelisah, karena memang dia percaya siapakah Anaknya yang tunggal ini; Maria yakin bahwa Allah mampu membuat segala-galanya baik adanya.
Sungguh, enam tempayan yang biasanya dipakai untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, telah berisi penuh air anggur, dan bukan anggur biasa, melainkan anggur istimewa. Mereka yang terbiasa minum anggur dapat merasakannya. Hebat kali, 'engkau masih menyimpan anggur yang baik sampai sekarang', kata pemimpin pesta kepada mempelai laki-laki.  Apakah sekarang ini kita juga bangga dan kagum atas 'Anggur yang yang disediakan oleh sang Mempelai laki-laki', sebab mukjizatNya itu Allah telah menyatukan kita umatNya. Berkat pemberianNya ini kita kedapatan segar sampai akhir perjalanan hidup ini.
'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!', adalah juga sebuah permohonan diri seseorang kepada Tuhan yang dapat melakukan sesuatu yang baik, sekaligus sebuah sikap berserah apa yang Tuhan kehendaki terhadap rencananya. Maria sepertinya tidak menentukan apa yang harus dilakukan oleh Yesus, dia hanya menyatakan bahwa keluarga kehabisan anggur. Maria yakin bahwa Anaknya mampu membuat yang terbaik bagi keluarga yang berpesta. Apa yang diminta dan diperintahkan Yesus, Anaknya, pasti baik adanya; sebab memang aku percaya kepadaNya, 'terjadilah padaku menurut perkataanMu', kehendakMulah yang terjadi, dan bukannya kehendakku. Yohanes, dalam bacaan pertama, mengajak kita bertindak seperti itu; katanya: 'inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya; dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya'. Kita serahkan rencana dan kemauan kita kepadaNya.
Selama satu minggu ini, kita pun diingatkan oleh Yohanes dalam bacaan pertama tentang Yesus yang adalah Allah menjadi Manusia dan menganugerahkan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. 'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!';  kiranya permintaan Maria ini juga kita kenakan kepada diri kita masing-masing, agar kita semakin berani mengamini yang diperintahkan Yesus. 'kita tahu', tegas Yohanes, 'bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal'. Kalau kita tahu, maka baiklah mari kita perbuat, agar kita beroleh kebenaran dan keselamatan kekal. Allah membuat segala indah bagi umatNya, Allah tidak akan pernah mencelakakan anak-anakNya.
 
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kepekaan Maria bundaMu perlu amat dibanggakan. Dia bertindak demikian karena kepercayaannya akan Engkau yang mampu membuat segala-galanya baik adanya. Semoga kepercayaan Maria juga menjadi kepercayaan kami kepadaMu.  Semoga kami tidak mudah gelisah dan gundah gulana, bila berhadapan dengan persoalan hidup. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening