Selasa Masa Biasa I, 10 Januari 2012

1Sam 1:  9-20  +  Mzm  +  Mrk 1: 21-28
 
 
 
 
Lectio :
Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.
 
 
 
 
Meditatio :
'Mereka takjub mendengar pengajaranNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat'.
Itulah catatan yang diberikan Markus terhadap pengajaran yang diberikan Yesus kepada banyak orang. 'Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat'. Sejauhmana perbedaanNya dengan mereka memang tidak disebutkan; paling sedikit kuasa dan wibawa Yesus sungguh-sungguh terasa dalam pengajaranNya, tidaklah demikian dengan para ahli Taurat yang 'mengajarkannya tetapi tidak melakukannya' (Mat 23: 3). Kiranya lebih dari itu semua, Yesus menyadari sungguh tugas perutusan yang diembanNya. Dengan tegas Yesus menyatakan: 'Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang' (Luk 4: 18-19).
Kehebatan Yesus diketahui banyak orang. Kuasa jahat pun tunduk di hadapanNya. Hal itu terungkap ketika ada seorang yang kerasukan roh jahat yang berteriak: 'apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Yesus menghardiknya: 'diam, keluarlah dari padanya!', dan roh jahat itu keluar dari padanya.
Kata-kata, gerak langkah dan tindakan Yesus membuat banyak orang takjub dan terkagum-kagum. 'Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintahNya dan mereka taat kepadaNya', seru mereka semua. Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.
Apakah kita masih menjadi orang-orang yang kagum kepada Kristus? Masih adakah kekaguman kita terhadap Yesus di jaman sekarang ini? Dunia semakin menarik dan mempesona! It's really beautiful! Daerah Indonesia mana yang belum bisa memandang keindahan dunia, mungkin tinggal satu dua persen, tapi yang belum bisa menikmati keindahan dan kenikmatan dunia masih puluhan persen memang. Namun tak dapat disangkal dunia semakin menggairahkan dalam menampakkan diri, dan hampir mengalahkan Dia yang menciptakan. Itulah cara kita melihatnya.
Namun sungguhkah demikian? Dunia semakin menarik dan mempesona, karena buah-buah kepandaian dan kecerdasan manusia. Sungguh patut dibanggakan! Namun semua patut dikembalikan kepada masing-masing pribadi manusia, apakah mereka semua, termasuk kita penikmat-penikmat dunia, lebih mengagumi segala yang bisa kita ciptakan atau mengagumi Yang menciptakan kita? Jujur saja, mana yang lebih menarik yang ada di depan kita ini? Beranikah kita melihat dunia seperti Allah memandangnya?
Ketidakberdayaan hidup disadari sungguh-sungguh oleh Hana, walau dia seorang yang beriman. Dia memang telah percaya dan percaya kepada Tuhan sang Empunya kehidupan, tetapi tidak berarti segala kerinduan hatinya terpenuhi. Namun semuanya itu semakin membuat dia merasa tak berdaya di hadapan Tuhan, dan berserah kepadaNya. Kerinduan dan kepasrahan hidupnya dia ungkapkan dalam doa-doanya. katanya: 'TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hambaMu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hambaMu ini, tetapi memberikan kepada hambaMu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya'.
          Dia terus berdoa dan berdoa, tiada kunjung henti dia bermohon dan bermohon, hari demi hari dimintanya dan dipanjatkannya, walau dalam bacaan pertama dicatatnya sekedar: 'bibir Hana saja yang bergerak-gerak, karena memang dia berkata-kata dalam hatinya dan  suaranya tidak kedengaran'.
          Hana berdoa dan berdoa, apakah karena pada saat itu tidak adanya pelbagai macam pengobatan alternative atau karena memang kecanggihan dunia kedokteran belumlah ada seperti sekarang ini? Di jaman yang serba modern ini masih adakah Hana-hana lain yang mengandalkan pada kekuatan Tuhan? Adakah Yesus masih menjadi kekaguman dan harapan dari banyak orang?
          Masih ada banyak! Hanya kita yang lagi membaca renungan ini, sejauh mana kekaguman kita kepadaNya?
 
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kami mudah tertarik dan kagum akan dunia, yang memang sungguh-sungguh mempesona. Dunia semakin menggairahkan. Namun jarang kami sadari bahwa keindahan dunia hanya sebatas memberi kepuasan ragawi kami, jiwa insane kami yang mendapatkan kepuasan, tidaklah demikian dengan lubuk hati kami yang terdalam.
Yesus, buatlah kami tetap merindukan  Dikau sendiri yang memberi kepuasan dan kelegaan pada jiwa kami lahir bathin. Yesus, dampingilah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Banyak orang takjub mendengar pengajaranNya yang penuh kuasa.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening