Selasa Masa Biasa III, 24 Januari 2012

2Sam 6: 12-19  +  Mzm 24 +  Mrk 3: 31-35
 
 
 
Lectio :
Suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
 
 
 
Meditatio :
'Siapa ibuKu dan siapa saudara-saudaraKu?'.
Yesus balik bertanya kepada orang-orang memberitahukan kepadaNya bahwa: 'ibu dan saudara-saudaraNya ada di luar, dan berusaha menemuiNya'.  Mengapa Yesus bertanya begitu? Apakah Yesus lupa akan asal-usulNya? Lupa dan merendahkan keluargaNya? Apakah Yesus sudah lupa-daratan, karena memang Dia sudah merasa hebat dan banyak dikagumi oleh banyak orang? (Mrk 1: 22) atau malahan sebaliknya, karena Dia melawan karena hendak dibawa-paksa oleh keluargaNya karena dianggap tidak waras lagi? (Mrk 3: 21).
Yesus tidak mempunyai soal terhadap keluargaNya. Yesus sangat menghormati keluargaNya. PertanyaanNya malahan hendak membuka wacana baru bagi orang-orang yang mendengarkanNya. Yesus menyatakan diriNya bukanlah milik keluarga atau marga tertentu. Dia juga bukan anggota sebuah komunitas tersendiri. Yesus adalah milik semua orang tanpa terkecuali, karena memang Dia jugalah yang memiliki seluruh umat manusia. Seluruh umat manusia adalah milikNya, terlebih-lebih mereka yang menyatukan diri bersama dengan diriNya. 'Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu!' tegas Yesus. Siapakah mereka itu? 'Mereka adalah orang-orang yang melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu'. Kedekatan dan keakraban dengan Yesus Tuhan hanya ditentukan dengan melakukan kehendak Allah Bapa yang mengutus sang Putera. Dialah Putera sulung kebangkitan (1Kor 15: 20); mereka yang sungguh-sungguh melakukan kehendak Allah, merekalah orang-orang yang terdekat dengan diriNya, dan sepertinya 'setiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya' (1Kor 15: 20).
Kita termasuk orang-orang yang dekat padaNya atau tidak? Tentunya kita harus mampu dan berani menjawabnya dengan jujur, bukankah kita mampu mengevaluasi diri? Kita tentunya bukan hanya orang-orang Katolik, yang memang sudah dipersatukan dalam sakramen baptis dan kita mempekaya diri dalam perayaan sabda dan sakramen-sakramen. 'Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri' (Yak 1: 22).
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau mengangkat kami menjadi saudara dan saudariMu. Suatu penghormatan yang luar biasa, sungguh luhur. Semoga kami semakin berani menikmati panggilan yang luhur dan mulia itu dalam hidup sehari-hari.
Ya Tuhan Bapa di surge, semoga Engkau melimpahkan juga rahmat kesatuan dan persatuan kepada seluruh umat kristiani. Semoga berkat sabdaMu, kami semua, GerejaMu yang satu dan kudus, semakin mampu menjadi sakramen keselamatan bagi dunia, dan bukannya Engkau telah mengangkat kami menjadi saudara dan saudariMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Barangsiapa yang melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu'
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening