Selasa Masa Biasa IV , 31 Januari 2012

2Sam 18: 9-20  +  Mzm 86  +  Mrk 5: 25-34
 
 
 
 
Lectio :
Ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
 
 
 
 
Meditatio :
'Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh'.
Kata hati seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Perempuan itu hanya mendengar dan mendengar berita tentang Yesus, dia belum pernah berjumpa dan bertatap muka dengan Yesus. Kepercayaan dan keinginan dirinya meneguhkan perempuan itu untuk mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya. Dan sungguh kepercayaan itu mendapatkan balasan, sebab seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
'Siapa yang menjamah jubahKu?', tanya Yesus kepada para muridNya, ketika Ia mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diriNya. Lucu kali Yesus ini, kira-kira lontaran para murid kepadaNya, sebab 'Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: siapa yang menjamah Aku?'. Sebuah pertanyaan yang menggelisahkan, yang nampaknya memang disengaja oleh Yesus untuk menarik perhatian para muridNya. Ia memandang sekelilingNya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Yesus pasti tahu dengan baik siapa yang telah menjamah diriNya (bdk. Mzm 139). Perempuan itu  menjadi takut dan gemetar,  ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya,  lalu dia tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepadaNya. Inilah yang kiranya dinantikan Yesus dengan pertanyaan yang diungkapkan tadi. Yesus meminta setiap orang untuk  berani memberitahukan, menyatakan dan memberi kesaksian dalam tindakan, dan bukan dalam kata-kata manis, akan segala kasih karunia yang telah diterimanya dari Tuhan Allah.
'Hai anakKu', tegas Yesus kepada perempuan itu, 'imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!'. Bukanlah jubah Yesus yang memberi kesembuhan, melainkan iman kepercayaan perempuan sang pemberani itu; dan malahan berkat keberaniannya untuk berkata-kata dengan jujur akan segala yang terjadi pada dirinya mendatangkan rahmat tersendiri: imanmu telah menyelamatkan engkau; bukan hanya kesembuhan yang diperolehnya tetapi keselamatan.
Iman menyelamatkan sang perempuan yang sakit pendarahan itu. Dunia kedokteran dan aneka pengobatan alternative telah angkat tangan menangani dirinya. Iman memang memberi warna tersendiri dalam kehidupan, yang sering kali penyataan dan ungkapannya sulit dimengerti oleh banyak orang. 'Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh',  apalah arti sebuah jubah, tetapi itulah iman kepercayaan seorang perempuan yang percaya dan mengakui bahwa Yesus mampu membuat segala-galanya baik adanya.
              Berkat  iman dan kasihnya, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama,  Daud menangisi kematian anaknya yang memberontak terhadap dirinya; sejahat-jahat nya Absalom yang memang mau membunuh sang raja, dia tetap buah hati sang ayah, yakni Daud. Bukan kemenangan yang semata dikejar Daud, melainkan ada kasih dan cinta akan keluarga yang mampu mengubah warna dunia.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, Engkau sungguh baik hati. Semoga kebaikanMu semakin menarik hati kami untuk berani datang kepadaMu, meminta bantuan dan perlindunganMu dalam setiap langkah hidup kami, sebab keberundukkan kepadaMulah membuktikan kepercayaan kami kepadaMu.
Yesus semoga semakin banyak orang yang terpaut kepadaMu, karena memang Engkaulah Penyelamat kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening