Senin Masa Biasa III, 23 Januari 2012

2Sam 5: 1-10  +  Mzm 89 +  Mrk 3: 22-30
 
 
 
Lectio :
Ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
 
 
 
 
Meditatio :
Benarlah yang dikatakan Yesus. Seandainya 'dengan penghulu setan Ia mengusir setan', hancurlah kerajaan itu. Bukankah kerajaan iblis juga membutuhkan kesatuan? 'Bagaimana iblis dapat mengusir iblis?', tegas Yesus kepada orang-orang, yang memang ahli dalam Kitab Suci, yang tampaknya tidak ahli tentang kehidupan. 'Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan; demikianlah juga kalau iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya'. Iblis tentunya juga menggalang kekuatan untuk meneguhkan dirinya dalam melawan kekuatan lain; mereka juga tentunya mempergunakan perhitungan dalam melawan. Namun semuanya itu akan runtuh memang, bila ada kekuatan yang lebih besar menyerangnya. 'Tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu; sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu'.  Yesus memang lebih berkuasa dari segala bentuk kehidupan. Dia datang secara sengaja ingin membinasakan kuasa iblis, kuasa kegelapan, dan melepaskan umat yang dikasihiNya dari belenggu dosa yang melilit mereka. Yesus adalah Seorang yang lebih kuat dan ingin mengobrak-abrik dan membinasakan kuasa kegelapan. Itulah yang dilakukan, bila Dia mengusir kuasa kegelapan.
'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal'. Apakah hanya menghojat Roh Kudus yang tidak mendapatkan pengampunan? Bagaimana bila seseorang menghojat Allah Bapa atau Allah Putera? Tentunya sama!  
Yesus menyatakan menghojat Roh Kudus, karena memang Dia, diri Yesus, adalah Allah yang menjadi Manusia. Allah itu bukan manusia daging seperti kita, Allah itu adalah Roh, Roh yang Kudus. Menghojat Roh Kudus berarti menghina, meremehkan dan menolak Allah! Yesus adalah Allah dalam Manusia, Manusia dalam Allah, Allah yang menjadi Manusia, Allah yang menyelamatkan. Dia itu sungguh-sungguh Allah, dan Dia itu sungguh-sungguh Manusia.
Bagaimana seseorang mendapatkan pengampunan, kalau memang dia menghojat Roh Allah yang Kudus, dan menyebutNya sebagai Beelzebul, 'menuduh Yesus kerasukan roh jahat'; dia selama-lamanya akan tinggal tenggelam dalam dosa. Melawan Allah berarti menolak keselamatan, karena keselamatan hidup manusia hanya berasal daripadaNya, sang Pencipta manusia, sang Empunya kehidupan.
Kita tentunya bukan orang-orang yang melawan Roh Kudus. Namun sejauhmana kita mengikuti bimbinganNya dan melakukan kehendakNya, itulah yang harus kita usahkan terus-menerus. Itulah panggilan kita. Benarlah yang dikatakan Yohanes: 'barangsiapa berkata: aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintahNya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran' (1Yoh 2: 4); demikian juga 'jikalau seorang berkata: aku mengasihi Allah, tetapi ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya' (1Yoh 4: 20).
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, Engkaulah Allah yang menjadi Manusia, Roh Allah yang Kudus tinggal dalam Dikau. Semoga kami semakin hari semakin mengimani Engkau, bahwa memang hanya Engkaulah satu-satunya Penyelamat kami.
Ya Tuhan Bapa di surge, semoga Engkau melimpahkan juga rahmat kesatuan dan persatuan kepada seluruh umat kristiani. Semoga berkat sabdaMu, kami semua, GerejaMu yang satu dan kudus, semakin mampu menjadi sakramen keselamatan bagi dunia. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening