Senin Masa Biasa IV, 30 Januari 2012

2Sam 15: 13-20  +  Mzm 3  +  Mrk 5: 1-20
 
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari Yesus bersama para muridNya sampai di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.
 
 
 
Meditatio :
'Apa urusanMu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!'.
Itulah teriakan seseorang yang dikuasai roh jahat. Kuasa kegelapan itu tahu baik siapakah Yesus Yesus, Orang Nazaret, sebagaimana kita renungkan dalam hari Minggu kemarin. Mereka tahu dan mengenal Yesus, tetapi mereka tidak mengakuiNya, bahkan melawan kehendakNya. Kejahatan tidak sebatas tindakan seseorang yang melukai sesamanya, melainkan dimulai dari sikap seseorang yang tahu akan kebenaran, tetapi tidak melakukan, dan malahan melawannya. Roh jahat sungguh ketakutan dan tak berdaya di hadapan Tuhan Allah; tampak sekali dalam teriakan orang Gerasa tadi. 'Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!', perintah Yesus ini tak mampu dilawannya. Kehadiran Yesus Kristus sang al Masih membuat kuasa kegelapan tak berdaya.
'Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!', teriak si legion itu; dan  Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Mereka mengusir Yesus, karena sepertinya mereka tidak mendapatkan keuntungan. Hewan piaraan mereka binasa  dan habis. Segi ekonomi yang menjadi perhatian mereka. Ada bersama Yesus, tetapi bila tidak mendatangkan keuntungan, menjadi perhitungan tersendiri. Orang yang tadinya kerasukan atau pun keselamatan diri tidak lagi mendapatkan perhatian utama, bila memang kemapanan dan keuntungan diri terletak di nomer kesekian. Mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka, apakah mereka sudah beranggapan bahwa: keselamatan adalah urusan pribadi seseorang dan bukan tanggungjawab bersama?
'Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!', tegas Yesus kepada orang yang tadinya kerasukan setan yang meminta supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya. Orang itu tidak harus menjadi muridNya; demikian Yesus, sehabis menyembuhkan seseorang, tidak meminta dia untuk mengikutiNya. Yesus datang ke dunia bukan untuk mencari orang menjadi pengikutNya, Dia datang untuk berbagi keselamatan. Yesus tidak melepaskan orang tadi melimbung tanpa tujuan melainkan  meminta dia memberitahukan kepada semua orang segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasnya dan bagaimana Ia telah mengasihaninya.  Sungguh benar, ternyata memang dia seorang yang tahu berterimakasih, seorang yang berani bersyukur kepada Tuhan, dan seorang yang berani berbagi kasih kepada sesamanya. 'Orang itu pergi dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran'.
Kiranya orang yang baru disembuhkan itu mempunyai maksud baik untuk mengikuti ke mana Yesus pergi, karena memang Dia telah memberikan anugerah yang indah kepada dirinya. Dia mau mempersembahkan dirinya kepada Yesus. Maksud dan kehendaknya akan semakin baik, kalau dia mengikuti kehendak Tuhan Yesus yang memang mempunyai rencana terhadap dirinya; dan sungguh dia menomerduakan kemauan dirinya dan mengutamakan kehendak Tuhan Yesus. Tuhan mengetahui yang lebih baik daripada maksud dan kemauan baik kita. Kiranya pengalaman Daud yang tetap memandang positif sikap anaknya sendiri yang melawan dirinya, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, juga menjadi bekal bagi kita dalam berhadapan dengan hidup ini. 'Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya', kata Abisai, anak Zeruya, yang mempunyai maksud baik kepada raja, tetapi Daud ternyata mempunyai maksud yang lebih baik daripada dirinya; sahut raja: 'apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?', sambung Daud kemudian: 'sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian. Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini'.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, Engkau sungguh-sungguh Orang yang berkuasa; semoga pengenalan kami membuat kami semakin merundukkan diri kepadaMu. Semoga keselamatan tetap menjadi kerinduan kami yang terdalam dibanding keinginan-keinginan kami lainnya, yang memang hanya melemahkan diri kami sendiri. Yesus, jadilah pilihan kami yang pertama dan utama dalam hidup kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Yesus, Engkaulah Anak Allah Yang Mahatinggi!
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening