Jumat Masa Basa IV, 3 Februari 2012

Sir 47: 2-11  +  Mzm 18  +  Mrk 6: 14-29
 
 
 
 
 
Lectio :
Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."
Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
 
 
 
 
Meditatio :
'Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia'.
Jatuh dalam dosa akan dikenang oleh setiap orang. Itu tanda positif bahwa seseorang masih mempunyai hati. Masih terbuka lebar kesempatan untuk bertobat. Itulah yang terjadi juga dengan Herodes yang memang telah membunuh Yohanes. Dia membunuh Yohanes, walau tidak secara intensif, karena memang dia terdesak oleh gengsi dan martabat, sebagaimana diceritakan tadi.  'Sebab Herodes sendiri sebenarnya segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia'. Herodes tidak menindaklanjuti kesempatan dan kemampuan yang dimiliki. Ketidakberanian mengambil keputusan yang tepat memungkinkan seseorang mudah jatuh terpelanting dalam dosa.
Kalau banyak orang mengatakan Yesus itu  Elia atau seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu, Herodes tetap bersikukuh Yesus itu adalah Yohanes 'yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi'. 'Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia'. Apakah hal itu pratanda baik? Tidak juga diceritakan.
Kiranya Injil hari ini mengajak kita untuk berani berubah; jatuh dalam hal dosa memang hal yang biasa, kodrati dalam diri setiap orang, tetapi bangkit berdiri dan kembali kepada Allah sang Empunya kehidupan inilah yang kiranya perlu dilatih dalam dilatih dalam hidup kita ini. Kemampuan Herodes untuk mengingat dosa-dosa yang telah diperbuatnya tidak menantang dirinya untuk bangkit berdiri mendekati Yesus. Kiranya tidaklah demikian kita yang memang telah menerima banyak belaskasihNya.  Kita bukanlah Herodes.
Karena kasihNya, saya ingin mendekati Engkau ya Yesus.
 
 
Oratio :
 
Yesus, Engkau penuh kasih terhadap setiap orang, terlebih terhadap diri kami. Buatlah hati kami semakin hari semakin berani merundukan diri di hadapanMu sebagai tanda terima kasih dan syukur kami kepadaMu. Semoga kemampuan kami ingat akan segala dosa dan kelemahan kami membuat diri ini berani bertobat  kepadaMu, sehingga kami mempunyai hati yang suci seperti hatiMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Dia itu Elia!'
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening