Jumat Masa Biasa VI, 17 Februari 2012

Yak 2: 14-26  +  Mzm 112  +  Mrk 8:34 – 9:1
 
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."
 
 
 
Meditatio :
'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.
Itulah persyaratan yang diberikan Yesus kepada semua orang yang ingin mengikutiNya. Menyangkal diri berarti tidak mencari kesenangan dan kepuasan diri sendiri, berani berpantang dan bermatiraga; Memikul salib  berarti siap menghadapi aneka tantangan dan rintangan hidup, tidak mudah putus asa dan sabar dalam aneka kesulitan dan kesusahan hidup; dan Mengikut Yesus berarti pergi ke mana Dia pergi, tetapi terlebih mengikuti dan meneladan apa yang dikehendaki dan dilakukanNya
Mengapa DiriNya menjadi pusat perhatian dan persyaratan? Karena memang Dialah sang Empunya kehidupan, Dialah yang menentukan kehidupan. Semua orang hidup, hidup bagi Tuhan (Rom 14: 8). Tuhan Yesuslah yang menentukan kehidupan dan kepada Dialah 'setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri' (Rom 14: 12). Sebaliknya, 'barangsiapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya'.  Yesus memberikan diriNya sebagai jaminan kehidupan kekal kepada setiap orang yang mengikutiNya.
Orang yang tidak mau menyangkal diri berati dia hendak memperoleh seluruh dunia, tetapi apalah artinya kalau ia kehilangan nyawanya;  apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Nyawa kehidupan tidaklah berada dalam genggaman tangannya,  dia tidak mampu menahan bila nyawanya menghilang, hendak melayang ke mana. Menyangkal diri berarti mengikuti kemauan Dia sang Empunya kehidupan,  walau kemauan Dia itu berlawanan dengan keinginan dirinya sendiri.
Mengikuti Yesus berarti  seseorang dengan sadar dan jujur mengakui bahwa dirinya berusaha mengendalikan diri dan membiarkan dirinya dipimpin dan dikuasai oleh Kristus, 'aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku' (Gal 2: 20). Diapun terang-terang mengungkapkan dan menunjukkan kepemimpinan hidupnya itu kepada orang lain; dia tidak memamerkan diri, tetapi dia juga tidak menyembunyikan diri bila dirinya dibimbing dan dipimpin oleh Kristus. Orang yang sembunyi-sembunyi menghayati imannya dan bahkan bertindak munafik dalam hidupkan akan mendapatkan celaka. 'Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataanKu di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan BapaNya, diiringi malaikat-malaikat kudus'.
'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa'.
Siapakah orang yang dimaksudkan oleh Yesus pada waktu itu dengan pernyataanNya ini, tidaklah jelas.
Kalau Yesus mengatakan: 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'  ini dimaksudkan, bahwa ketiga sikap dan tindakan ini adalah satu kesatuan dan tak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Tidaklah pas, dan memang tidak akan mendatangkan hasil, bila memang dipaksakan seandainya seseorang berusaha menyangkal diri, tetapi dia tidak mau menerima pelbagai tantangan dalam kehidupan ini, atau dia tidak mau mentaati kehendak Yesus.  Bagaimana mungkin seseorang akan meneladan hidup Yesus kalau memang dan tidak mau menyangkal diri dan memanggul salib kehidupannya? Yakobus dalam bacaan pertama secara sederhana mengatakan bahwa iman dan perbuatan itu tidak dapat dipisahkan, satu dilakukan dan yang lain diabaikan.  'Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari', layakah seorang beriman berkata: 'selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang, tanpa memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya'.  Seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
            Ditengarai ada banyak orang dalam Gereja kita begitu mengedepankan hidup doa, tetapi tidak diimbangi dengan pertumbuhan jiwa dan perhatian terhadap keluarga dan sesame dalam kebersamaan hidup. Egoisme diri tumbuh dengan suburnya. Ayahab ker, bahaya kata orang Malang, karena memang tiada guna.
            Janganlah itu terjadi di antara kita yang membaca renungan hari ini.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk semakin hari semakin berani mengikuti Engkau dengan segenap hati dan tidak separoh-separoh; buatlah kami semakin tergiur oleh Engkau dalam mendapatkan keselamatan, karena memang tak jarang kami mudah menoleh ke kanan dan ke kiri dalam perjalanan hidup kami ini.  
Ya Tuhan Yesus, bantulah kami membuktikan bahwa kami mempunyai iman kepadaMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening