Jumat sesudah Rabu Abu, 24 Februari 2012

Yes 58: 1-9  +  Mzm 51 +  Mat 9: 14-15
 
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa".
 
 
 
Meditatio :
Salah satu keuntungan para murid hidup dan  berkumpul dengan Yesus adalah mereka tidak perlu berpuasa. Itulah komentar saya menanggapi Injil hari ini. Sebab  'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Yesuslah sang Mempelai laki-laki dan para murid adalah sahabat-sahabatNya. Bersama dengan Yesus, mereka dan kita juga tidak perlu berpuasa dan berpantang, sebab kita langsung berada dalam pantauanNya, kita dalam berada dalam kendaliNya. Hanya saja kita semua sekarang ini berada dalam tenggang waktu di mana Mempelai itu diambil dari tengah-tengah kita, kita harus berpantang dan berpuasa, kita harus mampu mengendalikan diri atas aneka desakan dan kecederungan inderawi yang begitu kuat; dan itulah memang yang dikehendaki Yesus, sebagaimana disabdakanNya tadi: 'waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.  
Puasa bukanlah soal makan dan minum. Puasa itu sebenarnya lebih membiarkan diri dibimbing dan dipimpin oleh Tuhan Yesus yang selalu hadir di tengah-tengah kita dalam RohNya. Puasa adalah usaha kita untuk tidak mengikuti segala kecenderungan jasmani dan insane kita, sebab tak jarang : kita ingin memiliki semua, kita ingin melihat segala yang ada, kita ingin menikmati segala  yang ada  dan kita ingin menguasai segala-galanya, kita ingin mendapatkan kepuasan dan kepuasan. Dengan berpantang dan berpuasa, kita tidak mengikuti aneka kecenderungan ini dan itu, melainkan kita serahkan hidup ini dalam kepemimpinan Roh Kristus yang hidup. Inilah berpantang dan berpuasa!
            Bila kita berpuasa hanya seputar tidak makan dan tidak minum, maka pikiran dan budi, jiwa dan kehendak kita juga akan sebatas pada makanan dan minuman. Bisa-bisa kita sedang berpantang dan berpuasa, kita mencari-cari makanan: nanti makan apa ya, ayo kita cari makanan yang tidak biasa kita nikmati sehari-hari. Jangan-jangan teguran Tuhan melalui Yesaya dalam bacaan pertama juga diarahkan kepada kita.  Sebab 'pada saat engkau berpuasa, engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Kamu memang berpuasa tetapi sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena'. Puasa seperti inilah puasa seputar makan dan minum, kita tidak memaknai pengendalian diri lagi;  kewajiban utama lainnya yakni memberi sedekah dan berdoa tidak lagi menjadi perhatian, sebagaimana kita renungkan hari Rabu kemarin;  dan bila terus kita pertahankan 'cara berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi'. Kewajiban agama tidak lagi mengungkapan iman kepercayaan kita kepada Tuhan.
            'Berpuasa yang Kukehendaki', tegas Tuhan Allah, 'ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!'.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, bantulah kami dengan kasihMu agar kami semakin berani memberikan diri dalam bimbinganMu, mengikuti segala kehendak dan perintahMu yang memang menyelamatkan. Yesus, dampinglah dan kasihanilah kami yang lemah ini.  Amin.
 
 
Contemplatio :
Waktunya akan datang, mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening