Kamis Prapaskah I 1 Maret 2012


Est 4: 10-19  +  Mzm 138  +  Mat 7: 7-12
 
 
 
 
 
Lectio :
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
 
 
 
Meditatio :
'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu'.
Kalau hari Selasa kemarin kita diajak mengakui bahwa 'Bapa mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya' (Mat 6: 8). Hari ini kita diajak untuk berani meminta dan meminta daripadaNya. 'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu'. Adakah pertentangan penyataan yang satu dengan lainnya? Dia yang sudah mengetahui kebutuhan kita, mengajak kita untuk berani meminta dan meminta daripadaNya!  Mengapa Dia yang sudah mengetahui kebutuhan umatNya tidak langsung memberikan apa yang menjadi keperluan orang-orang yang dikasihiNya?  Sombong kalikah Tuhan Bapa di surge?  Gila hormatkah Dia itu?  Dia yang Mahakuasa dan Mahatahu masih membutuhkan ratapan dan tangisan dari umatNya untuk mendapatkan sesuatu?
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Inilah rumusan umum. Kalau tidak ada kemalasan dan kejengkelan, malahan ada kasih dan sukacita, setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
' Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya', Yesus mengunci orang untuk berkata-kata. Yesus menyatakan betapa besar kasih Allah Bapa kepada kita umatNya. Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga. Dia akan memberikan apa yang menjadi keperluanMu. Inilah tanda orang yang beriman dan percaya kepada Tuhan, yakni kalau berani meminta daripadaNya.
Adakah iman seseorang diragukan bila memang dia tidak pernah meminta sesuatu daripadaNya? Bukankah dia sudah mampu mandiri, tanpa bantuan Tuhan? Tidak cukupkah iman itu terungkap dalam rasa syukur dan terima kasih kepadaNya? Inilah iman sejati kalau seseorang berani meminta dan meminta Yesus tinggal dalam dirinya. Inilah Injil Yesus Kristus, inilah sabda dan kehendakNya: membiarkan Dia yang Empunya kehidupan ini tinggal dalam diri umatNya.  Inilah Injil yang mengatasi segala hokum yang ada, termasuk hukum Taurat dan kitab para nabi. 'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka', sebatas inilah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Injil mampu menghantar setiap berjumpa dengan Tuhan yang memang hadir dalam diri sesame.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau mengunci kami dengan kemurahanhatiMu.  Kami tidak bisa berkata-kata lagi, kecuali hanya berani berharap dan berharap kepadaMu, meminta dan meminta dengan tangan terbuka, terlebih kami meminta Engkau sendiri, ya Yesus, tinggal dalam diri kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
'Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!'.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening