Kamis sesudah Rabu Abu, 23 Februari 2012

Ul 30: 15-20  +  Mzm 1 +  Luk 9: 22-26
 
 
 
 
 
Lectio :
Bersabdalah  Yesus kepada  murid-murid-Nya: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?".
 
 
 
Meditatio :
'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'.
Mengetahui segala hal mempunyai aneka tuntutan tersendiri bagi setiap orang yang mengetahuinya; apalagi berkenaan dengan privacy seseorang, kita harus berani menyimpannya dan bukan menjadi kesempatan untuk mempermalukannya. Bagaimana bila hal itu berkaitan dengan hidup kita sendiri, terlebih bila itu pengalaman pahit yang hendak kita terima? Siapa sedia kita? Lebih banyak kemungkinan kita akan menghindarinya. Sangatlah wajar itu.
Tidaklah demikian dengan Yesus Orang Nazaret, sang Guru itu. Hidup yang tidak mengenakkan, itulah yang hendak diterima olehNya. Yesus sadar sungguh akan segala yang hendak terjadi pada diriNya. Dia tidak menghindarinya. Dengan tegas Yesus menyatakan bahwa: 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'. Bukan tepuk tangan dan sorak-sorai yang akan diperoleh Yesus, bukan pula jabatan dan penghormatan yang akan diterimaNya sebagaimana yang diinginkan para murid hari Selasa kemarin (Mrk 9: 30-37). Omnia parata! (Latin: semuanya telah tersedia). Yesus menyatakan diriNya siap sedia menjalankan semuanya itu, karena memang Dia datang hanya untuk melaksanakan kehendak Bapa yang mengutusNya. Inilah hidup orang beriman, yang berani maju melangkahkan kakinya, walau aral melintang di hadapannya. Dia berani maju ke depan karena Allah yang meminta.
Demikian juga bagi semua orang yang percaya dan hendak mengikutiNya, dengan tegas Dia mengatakan: 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'. Yesus adalah Seorang yang beriman, maka demikian pula Dia mengharapkan semua orang yang mau mengikuti diriNya melakukan kehendakNya. Dengan penyataanNya ini,Yesus menegaskan bahwa mengikuti diriNya berarti berani melakukan juga apa yang dilakukanNya. Para murid pada waktu diingatkan mengikuti DiriNya tidaklah harus bergerombol ramai-ramai mengikuti kemana Dia pergi. Mengikut Yesus, sebagaimana kita renungkan Minggu kali lalu, berarti menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan mengikutNya. Menyangkal diri berarti tidak mencari kesenangan dan kepuasan diri sendiri, berani berpantang dan bermatiraga; Memikul salib  berarti siap menghadapi aneka tantangan dan rintangan hidup, tidak mudah putus asa dan sabar dalam aneka kesulitan dan kesusahan hidup; dan Mengikut Yesus berarti pergi ke mana Dia pergi, tetapi terlebih mengikuti dan meneladan apa yang dikehendaki dan dilakukanNya; dan tidak ada yang lain.
Tidak ada tawar-menawar dalam hal keselamatan. Untuk menjadi pandai seseorang harus belajar dan belajar, demikian untuk beroleh keselamatan di dalam Dia. Orang harus berani mengikuti Yesus, sebab 'barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya'. Hanya kemauan diri untuk berani mengikuti Dia sang Empunya kehidupan akan mendapatkan keselamatan. Keselamatan tidak dapat diberjualbelikan. 'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?'.
Berani kita mengikuti Dia?
Hanya orang-orang yang ingin menikmati keselamatan hiduplah yang dengan berani akan mengikuti Dia. Kiranya bacaan pertama meneguhkan kita untuk semakin setia bersama Kristus sang Empunya kehidupan. 'Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka'.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau mengundang setiap orang untuk berani datang kepadaMu, mengikuti Engkau untuk mendapatkan keselamatan, sebab hanya daripadaMu ya Yesus kehidupan dan keselamatan; Engkau sang Empunya keselamatan. Ajarilah kami ya Yesus untuk semakin setia kepadaMu.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Mengikut Yesus keputusanku!
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening