Minggu Prapaskah I 26 Februari 2012

Kej 9: 8-15  +  1Pet 3: 18-22 +  Mrk 1: 12-15
 
 
 
 
 
Lectio :
Suatu peristiwa Roh memimpin Yesus ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
 
 
 
Meditatio :
Bagaimana rasanya di tengah-tengah padang gurun saya belum bisa membayangkan, karena memang belum pernah mengalaminya.  Berdasarkan cerita dan cerita, saya hanya mampu membayangkan waktu tertinggal sendirian di tengah-tengah hutan gundul di daerah Kalimantan Tengah, yang hendak dijadikan daerah perkebunan; siang hari  sinar matahari begitu menyengat tiada tempat untuk berteduh.  Tiada orang yang lewat, saya seorang diri, sepi, kosong dan amat panas.
            Di sinilah kita dapat membayangkan makna oase yang dirindukan banyak peziarah, tempat yang subur dan segar, karena bualan air yang tak kunjung henti. Di sinilah juga kita dapat membayangkan bila gelap tiba dan menyelimuti bumi dan akan mengubah cuaca menjadi dingin menggigit.
            Hanya dalam hitungan waktu yang tidak berkepanjangan, ada kegelisahan dan ketakutan muncul dalam diri saya waktu itu. Kita harus berani mencoba membayangkan 'pengalaman Yesus yang berada di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia'. Yesus secara sengaja berada dalam ketidakberdayaan manusia dalam perjalanan hidupnya; di mana umatNya harus berjuang dan berjuang di tengah aneka rintangan dan kesulitan.
            Sebagaimana dialami Yesus sewaktu di tengah-tengah padang gurun, demikian juga di tengah perjalanan hidup kita, seberat apapun, malaikat-malaikat melayani dan membantu kita umatNya. Aku percaya kepadaMu ya Tuhan Yesus.
            Keberadaan-tinggal Yesus di tengah padang gurun selama 40 hari adalah gambaran masa prapakah yang harus kita lalui menyambut pesta kematian dan kebangkitan Yesus. Kita dapat merayakan Paskah mulia bila memang berani belajar dan berlatih tentang kehidupan, berani melewati padang gurun yang begitu menantang, seorang diri, sepi, kosong dan amat panas. Tidak mengenakkan namun mendatangkan berkat.
'Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!'.
Inilah pewartaan Yesus. Kerajaan Allah sudah dekat, dan hanya orang yang mau bertobat dan percaya kepada sabda kehendakNya dapat merasakan kehadiranNya. Yesus mengajak kita bertobat dan percaya kepada Injil yang diwartakan, karena memang Dia, tidak hanya mewartakan Kerajaan Allah, melainkan juga menghadirkanNya, karena memang Yesus Kristuslah  Allah yang hadir di tengah-tengah umatNya. Dia sendiri hendak memimpin umat yang dikasihiNya.
Bagaimana Dia menghadirkan KerajaanNya? Dengan kematian dan kebangkitanNya, itulah yang dinyatakan Petrus dalam bacaan kedua: 'Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh'. Maka kalau Yesus mengajurkan pertobatan, karena memang bertobat dan percaya kepada Injil tidak lain dan tidak bukan, pertama, adalah ambil bagian dalam kematian dan kebangkitanNya.  Dengan bertobat, seseorang berani berserah diri kepadaNya dan membiarkan diri dipimpin olehNya.  Dengan percaya kepada Injil, seseorang siap melaksanakan perintah dan kehendak Allah yang memberikan keselamatan.
Kedua, pertobatan dan kepercayaan kepada Injil adalah sebuah undangan kembali untuk berani datang mengikuti kehendak Tuhan Allah yang hendak menyelamatkan, sebagaimana telah dilakukanNya di jaman Nuh, seperti diceritakan dalam bacaan pertama tadi. 'Di dalam Roh juga', kata Petrus tadi, 'Yesus pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu'. Ajakan Yesus memperbaharui pertobatan ala Nuh dan lebih mengkonkritkan wujud keselamatan yang ditawarkan itu.
Ketiga, 'kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepadaNya'.  Pembaptisan, kebersatuan dengan Kristus dalam GerejaNya mendatangkan keselamatan.
Apa yang dapat kita buat? Bertobat dan semakin percaya kepada Injil. Inilah memang yang diminta secara istimewa dalam masa Prapaskah ini agar kita dapat membaharui diri dan merayakan hari kelahiran kita sebagai anak-anak Bapa di surge dalam Paskah mulia.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, bantulah kami dalam memperdalam pengenalan kami kepadaMu, agar kami semakin mengenal Engkau dan berserah diri kepadaMu dengan sepenuh hati.  Semoga pertobatan menjadi sikap hidup kami dalam mengikuti Engkau. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening