Rabu Abu, 22 Februari 2012



Yl 2: 12-18  +  2Kor 5:20 – 6:2  +  Mat 6: 1-6.16-18
 
 
 
 
 
Lectio :
Bersabdalah  Yesus kepada  murid-murid-Nya: "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
 
 
 
Meditatio :
'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'.
Setiap agama memang mempunyai kewajiban-kewajiban yang hendak menata umat beriman. Dengan adanya kewajiban agama, setiap orang diharapkan mampu melatih laku tapa diri, sebab beriman kepada Tuhan perlu ditunjukkan dalam perbuatan sehari-hari, 'jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati' (Yak 2: 17). Dengan melakukan laku tapa yang benar dan baik akan mendatangkan berkat dari Bapa di surge.
Karena itu, pertama 'jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'. Kedua, 'jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'. Ketiga, 'apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.
Apakah kewajiban agama itu perintah dan kehendak Tuhan, atau buatan agama yang bersangkutan?
Apakah yang mau kita cari dengan melakukan kewajiban agama? Hanya untuk mendapatkan pujian dari banyak orang, sebagaimana dilakukan orang-orang munafik yang memberi sedekah dengan mengumumkannya di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, yang suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan, yang bermuram muka bila sedang berpuasa? Tentu ini bukan perintah Tuhan! Berpuasa sungguh-sungguh menjadi perintah Tuhan, sebagaimana kita baca dalam bacaan pertama, bila kita lakukan sebagai tanda tobat kepada Tuhan, dan pendamaian kita  dengan Allah, seperti dikatakan Paulus dalam bacaan kedua. Kewajiban agama sungguh-sungguh menjadi perintah Tuhan kalau kita memahami benar makna terdalam dari sikap dan tindakan itu dan kita lakukan semuanya itu demi Tuhan Allah sang Empunya kehidupan.
Hari ini kita diajak berpuasa dan berpantang.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, seringkali kami melakukan sesuatu tindakan agama tanpa mengertinya dengan baik apa maksud dan nilai terdalam dari tindakan itu. Tak jarang kani melakukan kewajiban agama hanya supaya dipuji dan dihormati sesame, kami sering bertindak munafik. Semoga perayaan kami hari ini, hari Rabu Abu semakin membuat kami sadar betapa lemah dan terbatasnya hidup kami ini. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening