Rabu Prapaskah I, 29 Februari 2012


Yun 3: 1-10  +  Mzm 51 +  Luk 11: 29-32
 
 
 
 
 
Lectio :
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
 
 
 
Meditatio :
'Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'.
Yunus adalah tanda bagi orang-orang pada jamannya. Yunus pada jaman sekarang ini menjadi kenangan indah, karena pewartaannya yang mampu mentobatkan banyak orang, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. 'Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe', karena memang dia dimakan oleh waktu pada jamannya, sebagaimana sifat seluruh ciptaan. Bila Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pula 'Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'.
Namun sebagaimana Allah yang tidak termakan oleh waktu, maka demikianlah Yesus menjadi tanda bagi seluruh ciptaanNya. Karena memang Dia adalah sang Empunya kehidupan, 'Dia yang ada di sini lebih dari pada Salomo, lebih dari pada Yunus!'. Yesus menjadi tanda kehidupan bagi setiap orang, terlebih kita semua yang beroleh rahmat penebusan kasihNya yang menyelamatkan itu.
Apa yang dapat kita buat? Bertobat dan bertobat. Sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi: 'orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung', demikian pula hendaknya kita. Kita harus lebih berani berpuasa dan berpantang mengingat rahmat dan kasihNya; sekali lagi bukan soal tidak makan dan minum, seperti kita renungkan Minggu kemarin; berpuasa lebih berarti keberanian mengendalikan segala kecenderungan inderawi dan membiarkan diri dikendalikan oleh Yesus Kristus sendiri. Kalau orang-orang Niniwe saja berani berpuasa dengan mendengarkan pewartaan Yunus, demikian seharusnya kita yang mendengarkan langsung kehendak Tuhan Bapa di surge, yang disuarakan oleh Yesus sang Putra, yang lebih agung dan mulia dari Salomo ataupun Yunus.
Kehadiran Tuhan Allah yang lebih nyata dalam diri Yesus Kristus hendaknya semakin membuat pertobatan kita lebih nyata, terlebih di hadapan Dia.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau sungguh baik. Ajarilah kami selalu berani bertobat dan bertobat. Sebab hanya dengan pertobatan Engkau semakin meluluhkan hatiMu dalam memandang kelemahan dan keterbatasan kami, sebagaimana dinyatakan oleh orang-orang Niniwe.  Amin.
 
 
Contemplatio :
'Sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo ataupun Yunus!'.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening