Sabtu Masa Biasa IV , 4 Februari 2012

1Raj 3: 4-13  +  Mzm 119  +  Mrk 6: 30-34
 
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
 
 
Meditatio :
'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!'.
Istirahat adalah kewajiban bagi setiap orang, tanpa terkecuali. Orang-orang yang sibuk dalam karya pelayanan kasih pun harus berani berani mengambil waktu untuk beristirahat!  Itulah yang diminta Yesus kepada para rasulNya telah menyelesaikan 'semua yang mereka kerjakan dan ajarkan'.  'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!', tegas Yesus. Mereka diminta beristirahat, karena 'memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat'. Beristirahat  itu kewajiban!
Berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Biarlah kalau Yesus tidak beristirahat. Yesus pun memahami para rasulNya, karena itu Ia sendiri mengajarkan banyak hal kepada mereka, para murid tidak dilibatkan, karena memang mereka harus beristirahat.
Demikian juga kita harus berani mengambil waktu untuk beristirahat dan beristirahat. Beristirahat berarti memulihkan kembali kekuatan yang menghilang karena pekerjaan dan pelayanan. Beristirahat berarti menimba kembali kekuatan agar dapat melanjutkan pekerjaan yang satu dan sama. Beristirahat  akan semakin terasa segar dan mendapatkan kekuatan baru, kalau memang kita beristirahat bersama dan dalam Allah. Sebagaimana rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepadaNya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan, demikian jugalah kita. Hendaknya kita berani bercerita dan sharing pengalaman bersama Yesus; kita tidak perlu bersaksi kepadaNya, sebagaimana dilakukan orang Farisi (Luk 18: 11-12), kita cukup berbagi pengalaman bersama Yesus, dan pasti Dia akan memberikan pengalamanNya juga kepada kita dalam menanggapi kehidupan, sebab bukankah Dia sang Empunya kehidupan ini.
Beristirahat bersama Allah yang dilakukan Salomo dalam bacaan pertama kiranya menjadi pola hidup kita. Salomo tahu dengan baik apa yang dimiliki oleh Allah, maka dia memberanikan diri meminta dan memilih yang terindah bagi hidupnya. 'Ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hambaMu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hambaMu ini berada di tengah-tengah umatMu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umatMu yang sangat besar ini?'.
Allah yang tahu akan kebutuhan umatNya, berfirman kepadanya: 'oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja'.
Apa yang dikatakan Salomo diperbaharui Yesus sendiri, dan tentunya lebih bermakna, yakni: 'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu' (Mat 6: 33). Keberanian kita meminta yang terindah dalam hidup kita, pasti akan menjadi perhatian utama dari Yesus.
Ada baiknya kita pun berani memberi kesempatan dan bahkan mendukung orang-orang yang aktif dalam karya pelayanan untuk mengambil waktu beristirahat, menikmati waktu rekoleksi dan retret mereka. Malahan kita wajib mengingatkan mereka, kalau memang mereka enggan mengambil kesempatan itu, karena kesibukan tugas yang mereka miliki. Biarlah mereka mengasah pisau agar tetap dan lebih tajam dalam menghadapi panggilan hidupnya.
 
 
 
 
Oratio :
 
Yesus, Engkau meminta para rasul untuk berani beristirahat guna memulihkan tenaga dan menimba kekekuatan yang berasal daripadaMu. Ingatkanlah kami untuk juga berani beristirahat bersama dengan Engkau agar hidup kami selalu segar dan beroleh kekuatan di dalam Engkau. Yesus bantulah kami selalu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening