Sabtu Masa Biasa V, 11 Februari 2012

1Raj 12: 26-32  +  Mzm 106  +  Mrk 8: 1-10
 
 
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"
Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.
Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.
 
 
Meditatio :
'HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini'.
Kata Yesus kepada para murid-muridNya, sebab 'sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan; dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh'. Yesus tahu benar keadaan dan kondisi orang-orang yang mengikutiNya. Dia adalah Seorang yang bertanggungjawab. Yesus sungguh-sungguh Seorang yang mempunyai hati terhadap sesamaNya. Dia memikirkan orang lain. Inilah kasih!
Kasih pun ada di antara murid-muridNya, hanya saja mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. 'Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?'.
'Berapa roti ada padamu?', tanya Yesus kepada mereka; sebuah pertanyaan yang mengajak mereka ikut terlibat dalam persoalan yang dihadapi oleh banyak orang yang mengerumuni mereka. Jawab mereka: 'tujuh'. Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-muridNya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang.
 'Ia menjadikan segala-galanya baik' (Mrk 7: 37),  seruan itulah yang kiranya dilambungkan oleh orang-orang yang boleh makan kenyang bersama Yesus. Semuanya terjadi karena Yesus menaruh belaskasihan terhadap mereka. Yesus pun tahu apa yang akan diperbuatNya melihat kenyataan seperti itu, bahkan hendak melibatkan para muridNya ambil bagian di dalamnya. Itulah kasih. Kasih pun ada di antara murid-muridNya, hanya saja mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka tidak mempunyai cita-cita dan impian, mereka hanya berhenti melihat kenyaataan yang ada pada waktu itu. 'Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?',  inilah persoalan mereka. Tidak ada kepercayaan dalam diri mereka bahwa Yesus mampu membuat segala-galanya baik adanya. Berhenti pada ketidakberdayaan diri memang tidak mendatangkan hasil apa-apa, sebaliknya bila berani melanjutkannya dengan meminta bantuan Yesus, yang memang mampu membuat segalanya baik, pasti akan mendatangkan berkat dan  sekaligus mengkondisikan setiap orang untuk berani melangkah ke depan dengan penuh semangat. Ketidakberdayaan hanya mampu membuat setiap orang untuk merangkai suatu program; iman dan kepercayaan membuat segala program, rencana dan impian menjadi kenyataan yang indah.
Ketidakberdayaan diri menghadapi kenyataan hidup memang seringkali menimbulkan kegelisahan diri dan membuat banyak orang tidak percaya diri lagi untuk melangkahkan kaki ke depan. Itulah yang dialami Yerobeam dalam memimpin bangsanya, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi. 'Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada kel uarga Daud. Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda'. Ketidakberdayaan diri dan takut kehilangan takhta kerajaan malahan membuat dirinya mengambil keputusan yang tidak tepat: menjerumuskan diri dalam dosa dan menyengsarakan orang lain. Ia berseru-seru: 'hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir', yang membuat umat milik Allah berbalik daripadaNya.
Kita semua mengharapkan  hidup ini semakin hari semakin baik. Segala rencana dan pekerjaan hari demi hari kita harapkan lebih sukses. Kiranya saat ketidakberdayaan diri menyelimuti diri, baiklah kita berani berserah diri kepadaNya, sebab 'Ia menjadikan segala-galanya baik',  lagipula  'hatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak', selalu diucapkanNya bagi kita.
 
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau selalu memberi perhatian kepada kami. Engkau mengasihi kami. Semoga kami berani menikmati belakasihMu itu dalam hidup kami sehari-hari, dan berani menyadari bahwa kami ini orang-orang yang lemah dan merindukan bantuanMu.
Ye Yesus, hari ini kami diajak mengenangkan secara khusus saudara-saudari kami yang sakit, limpahkanlah penghiburan dan sukacita bagi mereka semua yang sampai hari ini harus banyak berbaring karena sakit. Begitu berat salib  yang mereka panggul, ya Tuhan. Semoga mereka semakin mengandalkan kekuatan dan bantuan daripadaMu. Yesus  segera wujudkan hatiMu yang selalu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening