Selasa Masa Biasa VII, 21 Februari 2012



Yak 4: 1-10  +  Mzm 55  +  Mrk 9: 30-37
 
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;  sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."  Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"  Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.  Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:  "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
 
 
 
Meditatio :
'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit'.
Inilah rumusan hidup yang akan dijalani oleh Yesus. Yesus tahu benar apa yang akan terjadi pada diriNya. Dia siap sedia melakukan semuanya itu, karena memang itulah kehendak Bapa di surge; dan Yesus memang datang ke dunia hanya untuk melakukan kehendak Dia yang mengutusNya. Kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk memberikan diriNya menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepadaNya. Malahan sebaliknya mereka sempat mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Hawa nafsu juga mampu bergelora di antara para murid, sebagaimana dipersoalkan Yakobus dalam bacaan pertama. Yesus datang ke dunia dan secara sengaja hendak menyerahkan nyawa, sebaliknya para murid malahan mempersoalkan siapa yang paling pantas dihormati dan disanjung di antara mereka.
Dia yang paham akan kehidupan umatNya menegaskan kehebatan seseorang tidaklah diukur dari kemampuan mengadakan pelbagai kegiatan dan acara-acara yang menggemparkan dan menakjubkan banyak orang. Orang yang hebat, patut dihormati, dialah pemimpin, dialah yang terbesar dan menjadi yang terdahulu, kalau memang dia berani 'menjadi yang terakhir dari semua, dan menjadi pelayan dari semua'; dan barangsiapa 'merendahkan diri di hadapan Tuhan,  Ia akan meninggikan kamu', kata Yakobus juga tadi; bahkan kalau dia berani 'menyambut seorang anak dalam namaKu, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku'. Ada anugerah yang luhur dan mulia bagi orang-orang yang mau memperhatikan dan mendampingi anak-anak kecil yakni anak-anak yang non-produktif, bawel (Jawa: nakal dan keras kepala), dan tak jarang makan hati.
Bila demikian siap kita menjadi orang yang terdahulu dan terbesar di antara kita sendiri?
 
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau sungguh baik hati, mau merelakan nyawa guna memenuhi kehendak Bapa di surge. Kami mohon ya Yesus, ajarilah kami semakin hari semakin mempunyai kerendahan hati, sebagaimana Engkau sendiri. Sebab kesombongan dan kecongkaanhati tidak membawa sukacita dan damai bagi jiwa kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
            'Barangsiapa menyambut seorang anak dalam namaKu, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku'.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening