Jumat Prapaskah I 2 Maret 2012


Yeh 18: 21-28  +  Mzm 130  +  Mat 5: 20-26
 
 
 
 
 
Lectio :
Kepada orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Aku berkata kepadamu: jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas".
 
 
 
Meditatio :
'Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.
Ada tuntutan lebih yang diberikan Yesus kepada orang-orang yang mengikutiNya, yang mana dibandingkan dengan mereka orang-orang yang dianggap baik dan suci di hadapan masyarakat pada waktu itu, yakni para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Begitu berat tuntutan Yesus: hidup keagamaan mereka harus lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka yang mengikuti Yesus harus lebih baik dari orang yang tidak mengikutiNya. Apalah gunanya mempunyai pendidikan tinggi kalau memang tidak mau memilih bagian terbaik dalam hidupnya. Apalah gunanya mengatakan berdoa setiap hari kalau tidak diikuti kedewasaan insane dalam pergaulan hidup bersama? Apalah gunanya mengikuti komunitas doa dan persaudaraan bila memang tidak mau menikmati dan menghayati  hidup doa dan persaudaraan?
Apalah gunanya dan apalah gunanya, bila memang kita tidak mau menunjukkan sesuatu yang lebih baik sebagaimana yang dicita-citakan?
Yesus menegaskan: 'jangankan membunuh, setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; jangankan berkata kafir harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, siapa yang berkata: jahil harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala; dan jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu'.  
Penegasan Yesus hendak menyatakan bahwasannya orang pantas dan layak dihukum, bukannya karena dia telah melakukan dosa dan pelanggaran berat, melainkan seseorang yang melakukan kesalahan sekecil apapun harus mendapatkan teguran dan tindakan hokum. Sebab pembiaran terhadap kesalahan dan dosa-dosa kecil akan bermuara pada dosa besar yang membinasakan. Bukankah pembunuhan seseorang berasal dari sikap marah dan dendam yang hari demi hari terus membara? Bagaimana juga seseorang dapat mempersembahkan kurban persembahan kepada Allah jika dia menaruh marah dan dengki kepada sesamanya? Bukankah cinta terhadap Dia sang Empunya kehidupan ini harus diungkapkan juga dalam cinta terhadap sesame?
Teguran dan sapaan yang penuh kasih akan menyelamatkan seseorang terjerumus dalam dosa yang lebih besar. Teguran Yesus berkenaan dengan mereka yang telah berkata-kata kasar dan marah, selain mengingatkan agar kita semua tidak jatuh dalam kemunafikan hidup, terlebih sungguh-sungguh mengajak orang untuk berbalik kepada Tuhan yang berbelaskasih. 'Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati'. Seruan Yeheskiel dalam bacaan pertama sungguh meneguhkan kehendak Yesus, agar semua orang berani bertobat dan bertobat kepadaNya.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, ajarilah kami selalu berani memalingkan diri hanya padaMu, sebab hanya Engkaulah Penyelamat kami, ajarilah kami berani meninggalkan segala kefasikan hidup.
Ya Tuhan Yesus, semoga Engkau melimpahkan berkat dan  rahmat pengampunan bagi mereka yang tenggelam dalam lumpur dosa. Kiranya Engkau membangkitkan mereka sehingga mereka dapat bangun kembali dan mengikuti Engkau. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening